Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Konsentrasi Hormon Adiponektin Pada Anak Overweight dan Anak Obese


Hormon adiponektin diketahui memiliki sifat antiaterogenik, dan antidiabetik karena aktivitasnya dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Penurunan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021081000142Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2234
    Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2234
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hormon adiponektin diketahui memiliki sifat antiaterogenik, dan antidiabetik karena aktivitasnya dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Penurunan konsentrasi hormon adiponektin pada anak terjadi seiiring dengan resistensi insulin di jaringan, dan adanya gangguan metabolisme dalam tubuh anak, yang meningkatkan risiko kelainan metabolisme tubuh atau sindroma metabolik. Penelitian konsentrasi hormon adiponektin ini dilakukan dengan mengukur konsentrasi hormon adiponektin pada 40 serum darah anak- anak, 6 - 11 tahun. Sampel penelitian tersebut dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok anak overweight (persentil IMT ? 85 - 94) (n=10), anak obese (persentil IMT ? 95) (n=10) dan kelompok anak dengan berat badan normal (persentil IMT ?5- 84) (n=20) berdasarkan kriteria Index Massa Tubuh (IMT) persentil sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Konsentrasi hormon adiponektin ini diukur dengan menggunakan sampel serum berdasarkan metode ELISA (Enzym Linked Immunosorbent Assay) sandwich dengan reagen Monoclonal Antibody coated wells (Anti- human adiponectin mouse monoclonal antibody coated 96-well) dan alat microplate reader dengan panjang gelombang 492 nm, desain penelitian Studi Potong Lintang (Cross Sectional Study). Hasil penelitian diuji secara statistik dengan menggunakan uji t-test independent, menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan yang tidak signifikan (p>0.05) kelompok anak overweight dibandingkan dengan anak berat badan normal pada konsentrasi total dengan (p=0.389), HMW (High Molecular Weight) dengan (p=0.208) dan total/HMW hormon adiponektin dengan (p=0.075). Penurunan konsentrasi hormon adiponektin yang tidak signifikan juga terdapat pada kelompok anak obese dibandingkan dengan anak overweight pada konsentrasi total dengan (p=0.099), HMW dengan (p=0.255) dan total/HMW hormon adiponektin dengan (p=0.700). Penurunan konsentrasi hormon adiponektin secara signifikan (p<0.05) terjadi pada konsentrasi total kelompok anak obese dibandingkan kelompok anak berat badan normal pada konsentrasi total dengan (p = 0.008), dan HMW hormon adiponetin dengan (p = 0.020). Penurunan konsentrasi hormon adiponektin secara signifikan juga terjadi pada kelompok anak obese dibandingkan dengan kelompok anak non obese pada konsentrasi total dengan (p=0.012) serta HMW hormon adiponektin dengan (p=0.041). Hal serupa juga terjadi pada kelompok anak obese dan anak overweight dibandingkan dengan anak berat badan normal pada konsentrasi total hormon adiponektin dengan (p=0.031), HMW dengan (p=0.021), dan HMW/total hormon adiponektin dengan (p= 0.030). Penurunan konsentrasi hormon adiponektin juga didapati seiiring dengan bertambahnya umur, mulainya masa pubertas, rendahnya berat lahir anak dan kejadian giant baby. Dengan demikian, dari hasil penelititan menunjukkan terdapat penurunan konsentrasi adiponektin pada anak obese dan anak overweight dibandingkan dengan anak dengan berat badan normal.

    Kata kunci : anak overweight, anak obese, hormon adiponektin
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi