Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Studi Permeasi Gel Asetosal Dengan Variasi Konsentrasi Enhancer Urea Melalui Membran Kulit Tikus Secara In Vitro


Asetosal (dosis 80-100 mg per oral) dapat menghambat agregasi platelet, sehingga
dapat digunakan untuk mencegah atherogenesis. Dalam penggunaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021081000095Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2139
    Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2139
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Asetosal (dosis 80-100 mg per oral) dapat menghambat agregasi platelet, sehingga
    dapat digunakan untuk mencegah atherogenesis. Dalam penggunaan jangka
    panjang secara oral, asetosal memiliki kekurangan karena menyebabkan iritasi
    lambung. Untuk mengatasi masalah ini dapat dibuat formulasi asetosal secara
    topikal, yang selain dapat menghindari kerusakan pada sistem pencernaan juga
    dapat untuk menghindari first pass effect oleh hati. Salah satu bentuk sediaan
    topikal adalah gel. Pada penelitian ini dilakukan formulasi transdermal senyawa
    asetosal dengan penambahan zat peningkat penetrasi (enhancer) urea. Urea
    merupakan senyawa hydrating agent yang dapat meningkatkan penetrasi senyawa
    untuk melintasi stratum korneum dengan tingkat iritasi rendah. Basis gel yang
    digunakan adalah Aqupec HV-505. Evaluasi sediaan transdermal dilakukan
    dengan uji permeasi gel asetosal secara in vitro menggunakan modifikasi sel
    difusi Franz tipe statis terhadap membran kulit tikus dengan medium dapar fosfat
    pH 7,4 selama 180 menit (interval sampling setiap 30 menit). Percobaan permeasi
    dilakukan terhadap semua formula uji (F1, F2, F3, dan F4), termasuk formula
    kontrol (F0) yang tidak mengandung enhancer urea. Dari hasil penelitian
    didapatkan bahwa (F3) memberikan koefisien laju permeasi dan %permeasi
    setelah 180 menit paling tinggi yaitu 0,015 mg/cm2.menit -1 dan 84,63% berturutturut,
    sedangkan pada (F0) yaitu 0,005 mg/cm2.menit -1 dan 35,22%. Hal ini
    membuktikan jika urea dapat meningkatkan laju permeasi asetosal dengan basis
    gel Aqupec HV-505. Dari hasil pengamatan kestabilan fisik baik pH maupun
    viskositas semua formula memiliki kestabilan yang baik selama masa
    penyimpanan.
    Kata kunci : Asetosal, Urea, Transdermal, Uji permeasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi