Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Rimpang Temu Putri ( Curcuma Petiolata Roxb.).


Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak-ekstrak dan fraksi-fraksi ekstrak rimpang temu putri (Curcuma petiolata, Roxb.). Analisis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021011000050Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1182
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1182
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak-ekstrak dan fraksi-fraksi ekstrak rimpang temu putri (Curcuma petiolata, Roxb.). Analisis fitokimia terhadap ekstrak metanol dan metilen klorida menunjukkan adanya senyawa flavonoid, terpenoid dan triterpenoid, sedangkan terhadap fraksi aktif metilen klorida menunjukkan adanya senyawa terpenoid.
    Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak-ekstrak rimpang temu putri terhadap bakteri uji Bacillus subtilis ATCC 6633, Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Pseudomonas aeruginosa (koleksi laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNPAD) dengan metode difusi agar, menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan ekstrak metilen klorida memberikan aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan ekstrak-ekstrak lainnya.
    Fraksinasi lebih lanjut terhadap ekstrak dan fraksi ekstrak metilen klorida menghasilkan fraksi aktif B-2 dan C-6. Fraksi aktif B-2 mempunyai konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 10899,53 ppm terhadap Bacillus subtilis, 7651,85 ppm terhadap Escherichia coli, 5770,44 ppm terhadap Staphylococcus aureus dan 17781,97 ppm terhadap Pseudomonas aeruginosa. Sedangkan aktivitas antibakteri fraksi B-2 ditunjukkan dengan nilai banding terhadap ampisilin, yaitu 0,00025 % terhadap Bacillus subtilis, 0,00247 % terhadap Escherichia coli, 0,0006 % terhadap Staphylococcus aureus, 0,0033 % terhadap Pseudomonas aeruginosa.
    Analisis fraksi B-5 (serbuk) dengan titik leleh 148,3-149,5oC menggunakan spektrometri inframerah menunjukkan adanya gugus-gugus alifatik karbonil, aromatis dan amina. Analisis fraksi aktif C-6 dengan kromatografi gas - spektrometri massa menunjukkan adanya senyawa asam 1,2 - benzenadikarboksilat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi