Detail Cantuman

Image of Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, 1e

Text  

Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, 1e


A. Prinsip - prinsip Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan itu penting untuk menunjang program-program kesehatan yang lain. Akan tetapi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    99459945 614 Not PJatinangor (IKM)Tersedia
    99739973 614 Not PJatinangor (IKM)Tersedia
    1114711147 614 Not PJatinangor (IKM)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
    1186411864 614 Not PJatinangor (IKM)Tersedia
    1186211862 614 Not PJatinangor (IKM)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    614 Not P
    Penerbit Rineka Cipta : Jakarta, Indonesia.,
    Deskripsi Fisik
    x, 210 hlm; Ilus; 15 x 20 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    979-518-869-0
    Klasifikasi
    IKM
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • A. Prinsip - prinsip Pendidikan Kesehatan
    Pendidikan kesehatan itu penting untuk menunjang program-program kesehatan yang lain. Akan tetapi program-program pelayanan kesehatan kurang melibatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan itu tidak segera membawa manfaat bagi masyarakat dan yang mudah dilihat atau diukur, karena pendidikan merupakan behavioral investmen jangka panjang.
    Pengetahuankesehatan akan berpengaruh kepada perilaku sebagai hasil jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya perilaku kesehatan akan berpengaruh pada meningkatnya indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran pendidikan kesehatan.

    1. Peran Pendidikan Kesehatan
    Lingkungan yang mempunyai andil yang paling besar terhadap kesehatan. Kemudian berturut disusul oleh perilaku pelayanan kesehatan. Peranan pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga perilaku individu, kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai kesehatan. Dengan kata lain, pendidikan kesehatan adalah suatu usaha untuk menyediakan kondisi psikologis dan sasaran agar mereka bererilaku sesuai dengan tuntunan nilai-nilai kesehatan.
    Persoalan proses adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan pada diri subjek belajar. Keluaran adalah hasil belajar itu sendiri, yaitu berapa kemampuan atau perubahan perilaku dari subjek perilaku.


    B. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
    Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi antara lain dimensi sasaran pendidikan, dimensi tempat pelaksanaan, dan dimensi tempat pelayanan kesehatan.
    Dari dimensi sasarannya dapat, dapatdikelompokkan menjadi 3 yaitu:
    1. Pendidikan kesehatan individual, dengan sasaran individu
    2. Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
    3. Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.
    Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan dapat berlangsung diberbagai tempat, dengan sendirinya sasarannya berbeda pula. Dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan:
    1. Promosi kesehatan, diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi.
    2. Perlindungan khusus, misalnya program imunisasi.
    3. Diagnosis dini dan pengobatan segera
    4. Pembatasan cacat
    5. Rehabilitasi, untuk memulihkan kecacatan dari suatu penyakit tertentu.
    C. Sub Bidang Keilmuan Pendidikan Kesehatan
    Pendidikan kesehatan sebagai usaha intervensi perilaku diarahkan pada 3 faktor pokok, yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Dari perbedaan strategi dan pendekatan tersebut berakibat dikembangkannya mata ajaran atau sub disiplin ilmu sebagai bahan daripendidikan kesehatan. Mata ajaran tersebut : Komunikasi, Dinamika kelompok, Pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, Pengembangan kesehatan masyarakat desa (PKMD), Pemasaran sosial, Pengembangan organisasi, Pendidikan dan pelatihan, Pengembangan media, Perencanaan dan evaluasi pendidikan kesehatan, Antropologi kesehatan, Sosiologi kesehatan dan Psikologi kesehatan.

    D. Metode Pendidikan Perilaku
    Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut mereka dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan atau lebih baik dan pengetahuan tersebut dapat berpengaruh terhadap perilakunya.
    1. Metode Pendidikan Individual
    Metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi.
    Bentuk pendekatan metode individual antara lain:
    · Bimbingan dan penyuluhan. Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif
    · Wawancara. Cara ini merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan.

    2. Metode Pendidikan Kelompok
    Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran.
    · Kelompok Besar.
    Yang dimaksud kelompok besar adalah apabila peserta penyuluhan lebih dari 15 orang. Metode yang digunakan:
    1) Ceramah. Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah.
    2) Seminar. Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar denganpendidikan menengah atas.

    3)
    · Kelompok Kecil
    Peserta kegiatan kurang dari 15 orang. Metode yang digunakan:
    a. Diskusi Kelompok. Agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi, maka formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat berhadap-hadapan.
    b. Curah Pendapat. Metode ini merupakan modifikasi metodediskusi kelompok.
    c. Bola Salju.kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan.
    d. Kelompok kecil-kecil.
    e. Role Play (memainkan peranan)
    f. Permainan Simulasi, gambaran antara role play dengan diskusi kelompok.

    3. Metode Pendidikan Massa
    Untuk mengonsumsikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau publik, cara yang paling tepat adalah pendekatan massa. Pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancangsedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa tersebut.
    Contoh metode pendekatan massa :
    a) Ceramah umum
    b) Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media
    c) Simulasi
    d) Sinetron
    e) Tulisan-tulisan di majalah atau koran, baik dalam bentuk artikel maupun dalam bentuk tanya jawab.
    f) Bill board yang dipasang di pinggir-pinggir jalan.

    E. Alat Bantu dan Media Kesehatan
    1. Alat bantu (peraga)
    a. Pengertian
    Yang dimaksud alat bantu peraga alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidik atau pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap oleh panca indera.

    b. Faedah Alat Bantu Pendidikan
    1) Menimbulkan minat sasaran pendidikan
    2) Mencapai sasaran yang lebih banyak
    3) Membantu mengatasi hambatan bahasa, dll.

    c. Macam-macam Alat Bantu Pendidikan
    1) Alat bantu lihat
    2) Alat bantu dengar
    3) Alat bantu lihat-dengar

    Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana:
    1. Mudah dibuat
    2. Bahan-bahan dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal
    3. Ditulis/digambar dengan sederhana, dll.


    d. Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan
    Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut.
    Tempat memasang alat peraga:
    1. Di dalam keluarga
    2. Di masyarakat
    3. Di instansi-instansi.
    Alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh:
    1. Petugas-petugas puskesmas
    2. Kader kesehatan
    3. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya
    4. Pamong desa.

    e. Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga
    Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran.
    Tujuan yang Hendak Dicapai:
    · Tujuan pendidikan
    · Tujuan penggunaan alat peraga

    Persiapan penggunaan alat peraga
    Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya.


    Cara menggunakan alat peraga
    Cara menggunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. Dan yang lebih penting bagi alat yang digunakan harus menarik, sehingga menimbulkan minat para pesertanya.
    2. Media Pendidikan Kesehatan
    Media pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah alat bantu pendidikan. Alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien.
    a. Media cetak, yaitu booklet, leaflet, flyer, flip chart, rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, foto.
    b. Media elektronik, yaitu televis, radio, video, slide, film.
    c. Media papan, yaitu papan yang dipasang di tempat-tempat umum dapat diisi dengan pesan-pesan kesehatan.

    F. Perilaku Kesehatan
    1. Konsep perilaku
    Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan merupakan penentu dari perilaku makhluk hidup termasuk manusia. Hereditas atau faktor keturunan adalah konsepsi dasar atau modal untuk perkembangan perilaku makhluk hidup itu untuk selanjutnya. Sedangkan lingkungan adalah kondisi atau lahan untuk perkembangan perilaku. Suatu mekanisme pertemuan antara kedua faktor dalam rangka terbentunya perilaku tersebut disebut proses belajar.


    Prosedur pembentukan perilaku
    1. Melakukan identifikasi tentang hal-hal yang merupakan penguat berupa hadiah-hadiah bagi perilaku yang akan dibentuk.
    2. Melakukan analisis ntuk mengidetifikasi komponen-komponen kecil yang membentuk perilakuyang dikehendaki.
    3. Menggunakan secara urutkomponen-komponen itu sebagai tujuan-tujuan sementara.
    4. Melakukan pembentukan perilaku dengan menggunakan urutan komponen yang telah tersusun itu.
    2. Perilaku Kesehatan
    Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta lingkungan.
    Perilaku kesehatan itu mencakup:
    (1) Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit. Tingkat pencegahan penyakit:
    · Perilaku peningkatan pemeliharaan kesehatan
    · Perilaku pencegahan penyakit
    · Perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan
    · Perilaku pemulihan kesehatan
    (2) Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan.
    (3) Perilaku terhadap makanan
    (4) Perilaku terhadap lingkungan kesehatan
    Perubahan-perubahan perilaku dalam diriseseorang dapat diketahui melalui persepsi. Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indera. Belajar adalah suatu perubahan perilakku yang didasari oleh perilaku terdahulu.
    Faktor intern mencakup pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, dan sebagainya yang berfungsi untuk mangolah rangsangan dari luar. Sedangan faktor ekstern meiputi lingkungan sekitar, baik fisik maupun non-fisik seperti iklim, manusia, sosial-ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya.
    G. Domain Perilaku Kesehatan
    Tujuan suatu pendidikan adalah mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku yang terdiri dari ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Domain kognitif dalam arti, subjek tahu terlebih dahulu terhadap stimulus yang berupa materiatau objek diluarnya.
    1. Pengetahuan
    Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Dari pengalaman dan penilitian ternyata perilaku yang didasarkan oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
    2. Sikap
    Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap mempunyai 3 komponen penting yaitu kepercayaan, kehidupan emisional, dan kecenderunga untuk bertindak.
    Sikap ini terdiri dari beberapa tingkatan yaitu menerima, merespon, menghargai, bertanggung jawab.
    3. Praktik dan Tindakan
    Tingkat-tingkat praktik:
    1. Persepsi
    2. Respon terpimpin
    3. Mekanisme
    4. Adaptasi


    H. Perubahan-perubahan Perilaku
    Perubahan perilaku merupakan tujuan dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan sebagai penunjang program-program kesehatan lainnnya.
    1. Teori Stimulus-Organisme-Respon
    Teori ini mendasarkan asumsi bahwa peyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung pada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme.
    Selanjutnya teori ini mengartikan bahwa perilaku dapat berubah hanya apabila stimulus yang diberikan benar-benar melebihi dari stimulus semula.
    2. Teori Festinger (Dissonance Theory)
    Teori ini berarti bahwa keadaan kognitif dissonance merupakan keadaan ketidak seimbangan psikologis yang yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali. Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu, maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi, dan keadaan ini disebut keseimbangan.
    3. Teori Fungsi
    Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu tergantung kepada keutuhan. Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat mengerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut. Katz berasumsi bahwa:
    1. Perilaku itu memiliki fungsi instrumental, artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan.
    2. Perilaku dapat berfungsi sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya.
    3. Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan memberikan arti.
    4. Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dalam diri seseorang dalam menjawab suatu situasi.
    4. Teori Kurt Lewin
    Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong dan kekuatan-kekuatan penahan. Ada 3 kemungkinan terjadinya perubahan perilaku dalam diri seseorang yaitu :
    a. Kekuatan pendorong meningkat
    b. Kekuatan penahan menurun
    c. Kekuatan pendorong meningkat, kekuatan pendorong menurun
    I. Perubahan Perilaku dan Proses Belajar
    Terbentuknya perilaku dapat terjadi karena proses kematangan dan dari proses interaksi dengan lingkungan. Teori proses belajar:
    1. Teori Stimulus dan Transformasi
    Perkembangan teori proses belajar yang ada dapat dikelompokkan kedalam 2 kelompok besar, yaitu stimulus respon yang kurang memperhitungkan faktor internal dan teori transformasi yang telah memperhitungkan faktor internal.
    Kelompok teori proses belajar yang kedua sudah memperhitungkan faktor internal antara lain :
    a. Teori transformasi yang berlandaskan pada psikologi kognitif seperti yang dirumuskan oleh Neiser
    b. Teori Gestalt yang mendasarkan pada teori belajar pada psikologi gestalt
    2. Teori-teori Belajar Sosial
    Untuk melangsungkan kehidupan manusia perlu belajar. Dalam hal ini ada 2 macam belajar yaitu belajar secara fisik dan psikis. Dalam belajar psikis ini termasuk juga belajar sosial, dimana seseorang mempelajari perannya dan peran-peran orang lain dalam kontek sosial.


    1 Teori belajar sosial dan tiruan dari Millers dan Dollard
    Prinsip belajar ini terdiri dari 4 yaitu dorongan, isyarat, tingkah laku balas, dan ganjaran. Keempat prinsip ini saling engkait satu sama lain, yaitu dorongan menjadi isyarat, isyarat menjadi ganjaran, dst.
    Dorongan adalah rangsangan yang sangat kuat terhadap manusia untuk berlaku isyarat adalah rangsangan yang membutuhkan “bila” dan “dimana” suatu respon akan timbul dan terjadi. Anjaran adalah rangsangan yang menetapkan apakah tingkh laku balas diulang atau tidak dalam kesempatan yang lain.
    Mekanisme tingkah laku tiruan, yaitu:
    a. Tingkah laku sama
    b. Tingkah laku tergantung
    c. Tingkah laku salinan

    2 Teori belajar sosial dari Bandura dan Walter
    Teori ini menyatakan bahwa tingkah laku tiruan adalah suatu bentuk asosiasi dari rangsang dengan rangsang lainnya. Pengaruh tingkah laku model terhadap tingkah laku peniru:
    a. Efek modeling
    b. Efek menghambat
    c. Efek kemudahan

    J. Bentuk-bentuk Perubahan Perilaku
    1. Perubahan alamiah
    Perilaku manusia selalu berubah, dimana sebagian perubahan itu disebabkan karena kejadian alamiah. Apabila dalam masyarakat sekitar terjadi suatu perubahan lingkungan fisik atau social budaya dan ekonomi, maka anggota-anggota masyarakat didalamnya akan mengalami perubahan.
    2. Perubahan rencana
    Terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh objek.
    3. Kesediaan untuk berubah
    Apabila terjadi suatu inovasipembangunan di dalam masyarakat. Maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat menerima perubahan tersebut, tetapi sebagian lagi sangat lambat.
    Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku oleh WHO dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
    1. Menggunakan kekuatan/kekuasaan atau dorongan
    Dalam hal ini perubahan perilaku dipaksakan pada sasaran sehingga ia mau melakukan seperti yang diharapkan.
    2. Pemberian Informasi
    Dengan memberikan informasi tentang sesuatu hal maka akan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk melakukan atau berperilaku sesuai informasi yang diterima.
    3. Diskusi dan Partisipasi
    Cara ini adalah sebagai peningkatan cara yang kedua.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi