Detail Cantuman

Image of Metabolit Sekunder dari Ubi Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia Merr & L.M. Perry) dan uji Aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans

 

Metabolit Sekunder dari Ubi Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia Merr & L.M. Perry) dan uji Aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans


Prevalensi penderita karies gigi di Indonesia tahun 2013 sebesar 53,2%
(Riskesdas, 2013). Karies gigi adalah penyakit yang menyerang jaringan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007560547 Tri m/R.14.189Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    547 Tri m/R.14.189
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 112 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    547 Tri m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi penderita karies gigi di Indonesia tahun 2013 sebesar 53,2%
    (Riskesdas, 2013). Karies gigi adalah penyakit yang menyerang jaringan keras
    gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme, salah satunya Streptococcus mutans.
    Terapi pencegahan dan pengobatan karies gigi dengan menggunakan kelompok
    antibakteri tertentu secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang panjang
    telah menyebabkan beberapa bakteri resisten. Sarang Semut adalah tanaman epifit
    yang telah secara luas digunakan masyarakat Papua sebagai terapi pengobatan.
    Penelitian sebelumnya, ekstrak Sarang Semut dilaporkan memiliki aktivitas
    antibakteri, antioksidan, antikanker, dan immudolatory. Oleh karena itu, pencarian
    senyawa bioaktif dari Sarang Semut sebagai agen antibakteri baru khususnya
    terhadap S. mutans sangat potensial untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini
    untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder hasil
    isolasi Sarang Semut terhadap S. mutans. Tahapan yang dilakukan dalam
    penelitian ini adalah isolasi, karakterisasi dan pengujian aktivitas antibakteri.
    Ekstraksi dan isolasi senyawa dilakukan dengan metode sokletasi dan
    kromatografi. Penentuan struktur senyawa menggunakan metode spektroskopi
    meliputi, spektrofotometer ultra violet (UV), infra red (IR), ID dan 2D Nuclear
    Magnetic Resonance (NMR) dan mass spectroscopy (MS). Pengujian aktivitas
    antibakteri dilakukan dengan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian didapatkan
    empat senyawa metabolit sekunder terdiri dari satu senyawa bifenil, satu senyawa
    triterpenoid, dan satu senyawa steroid, dan satu dimer asam karboksilat. Senyawa
    1 (C14H904) senyawa turunan bifenill, senyawa 2 (C29H4SO) stigmast-4-en-3-on,
    senyawa 3 (C30t-4S03) asam ursolat, dan senyawa 4 (C14Hs06) asam dibenzo-p-

    . dioksin-2,8-dikarbosilat. Senyawa 1-4 memiliki aktivitas antibakteri terhadap
    bakteri S. mutans dengan zona hambat berkisar antara 8-10 mm, lebih rendah dari
    khloreksidin 22,5 mm.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi