Detail Cantuman

Image of Sintesis Asam 4-Metil Oktanoat danEtil-4-Metil Oktanoat Feromon Agregasi Kumbang badak (Oryctes rhinoceres Linn) Menggunakan Reaksi Mannich dan Penataan Ulang Claisen

 

Sintesis Asam 4-Metil Oktanoat danEtil-4-Metil Oktanoat Feromon Agregasi Kumbang badak (Oryctes rhinoceres Linn) Menggunakan Reaksi Mannich dan Penataan Ulang Claisen


Di Indonesia, penggunaan feromon kumbang badak ( 0. rhinoceros) telah
digunakan untuk mengatasi kelemahan dari insektisida dalam pengendalian ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007449547 Ahm s/R.14.161Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    547 Ahm s/R.14.161
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 53 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    547 Ahm s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Di Indonesia, penggunaan feromon kumbang badak ( 0. rhinoceros) telah
    digunakan untuk mengatasi kelemahan dari insektisida dalam pengendalian hama.
    Feromon di alam sulit untuk diisolasi, maka perlu disintesis, karena dinilai lebih
    efektif dan efisien. Banyak ahli telah melaporkan rute sintesis feromon kumbang
    badak (asam 4-metil oktanoat dan etil-4-metil oktanoat). Namun, dibatasi pada
    reaksi sederhana, ketersediaan bahan awal, dan besamya produk yang diperoleh.
    Metode dengan prinsip-prinsip Mannich reaksi dan Claisen penataan ulang adalah
    metode yang paling memungkinkan dilakukan, sebagai hasil digunakan heksanal
    sebagai prekursor. Biayanya relatif murah, dan tahapan sintesis singkat. Banyaknya
    produk samping yang terjadi mempengaruhi hasil, yang pada gilirannya
    memerlukan studi lebih lanjut. Hasil menunjukkan dari tahap awal sintesis yaitu
    reaksi Mannich serta tahap kedua reaksi reduksi diperoleh rendemen masing­
    masing 50,69% dan 39,91 %. Tahap ketiga (Claisen penataan ulang) diperoleh hasil
    38,78%. Pada tahap keempat (reaksi hidrogenasi) dan tahap ke1ima (reaksi
    saponifikasi) diperoleh hasil masing-masing 50,53% dan 63,69%. Rendahnya
    rendemen pada setiap tahapan adalah karena reaksi samping terjadi dan proses
    pemumian yang sulit. HaJ ini dapat dibuktikan dengan berat molekul (ion puncak)
    produk sampingan pada setiap tahap menggunakan spektroskopi massa. Sehingga
    pengkajian dan pemilihan rute sintesis lain untuk mendapatkan hasil yang lebih
    besar sangat diperlukan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi