<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47985">
 <titleInfo>
  <title>Sintesis Asam 4-Metil Oktanoat danEtil-4-Metil Oktanoat Feromon Agregasi Kumbang badak (Oryctes rhinoceres Linn) Menggunakan Reaksi Mannich dan Penataan Ulang Claisen</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Kadir Kilo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Statistika Terapan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv, 53 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di Indonesia, penggunaan feromon kumbang badak ( 0. rhinoceros) telah &#13;
digunakan untuk mengatasi kelemahan dari insektisida dalam pengendalian hama. &#13;
Feromon di alam sulit untuk diisolasi, maka perlu disintesis, karena dinilai lebih &#13;
efektif dan efisien. Banyak ahli telah melaporkan rute sintesis feromon kumbang &#13;
badak (asam 4-metil oktanoat dan etil-4-metil oktanoat). Namun, dibatasi pada &#13;
reaksi sederhana, ketersediaan bahan awal, dan besamya produk yang diperoleh. &#13;
Metode dengan prinsip-prinsip Mannich reaksi dan Claisen penataan ulang adalah &#13;
metode yang paling memungkinkan dilakukan, sebagai hasil digunakan heksanal &#13;
sebagai prekursor. Biayanya relatif murah, dan tahapan sintesis singkat. Banyaknya &#13;
produk samping yang terjadi mempengaruhi hasil, yang pada gilirannya &#13;
memerlukan studi lebih lanjut. Hasil menunjukkan dari tahap awal sintesis yaitu &#13;
reaksi Mannich serta tahap kedua reaksi reduksi diperoleh rendemen masing­ &#13;
masing 50,69% dan 39,91 %. Tahap ketiga (Claisen penataan ulang) diperoleh hasil &#13;
38,78%. Pada tahap keempat (reaksi hidrogenasi) dan tahap ke1ima (reaksi &#13;
saponifikasi) diperoleh hasil masing-masing 50,53% dan 63,69%. Rendahnya &#13;
rendemen pada setiap tahapan adalah karena reaksi samping terjadi dan proses &#13;
pemumian yang sulit. HaJ ini dapat dibuktikan dengan berat molekul (ion puncak) &#13;
produk sampingan pada setiap tahap menggunakan spektroskopi massa. Sehingga &#13;
pengkajian dan pemilihan rute sintesis lain untuk mendapatkan hasil yang lebih &#13;
besar sangat diperlukan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Ahmad Kadir Kilo</note>
 <subject authority="">
  <topic>feromon, heksanal, reaksi Mannich, penataan ulang </topic>
 </subject>
 <classification>547 Ahm s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>547 Ahm s/R.14.161</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007449</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>547 Ahm s/R.14.161</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47985</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 06:02:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-01 15:19:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>