Detail Cantuman

Image of Stabilisasi Aktivitas Lisozim pada Serum Otologus dalam Sediaan Serbuk Beku Kering Menggunakan Lioprotektan Sukrosa

 

Stabilisasi Aktivitas Lisozim pada Serum Otologus dalam Sediaan Serbuk Beku Kering Menggunakan Lioprotektan Sukrosa


Penggunaan serum otologus dalam bentuk tetes mata telah dilaporkan sebagai terapi
barn pada sindrom dry eye. Serum otologus memiliki sifat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007387540 Ros s/R.14.136Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    540 Ros s/R.14.136
    Penerbit Magister Statistik Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;92 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    540 Ros s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penggunaan serum otologus dalam bentuk tetes mata telah dilaporkan sebagai terapi
    barn pada sindrom dry eye. Serum otologus memiliki sifat biomekanik serta biokimia
    yang mirip dengan air mata normal, mengandung faktor pertumbuhan, fibronektin,
    Iisozim dan vitamin. Metode liofilisasi dengan penambahan sukrosa dapat digunakan
    untuk meningkatkan stabilitas serum otologus. Penelitian ini bertujuan untuk
    menentukan stabilitas aktivitas lisozim, serum otologus sediaan serbuk beku-kering
    setelah proses liofilisasi dengan penambahan lioprotektan sukrosa dengan konsentrasi
    60 mM. Serum dikeringkan melalui proses liofilisasi, dan disimpan selama enam
    bulan pada suhu 4°C. Adapun pengujian yang dilakukan untuk menentukan aktivitas
    lisozim yaitu dengan metode turbiditas. Karakter lisozim pada serum otologus
    sebelum dan setelah liofilisasi selama tiga bulan penyimpanan pada suhu 4°C juga
    dilakukan menggunakan HPLC. Penentuan optimasi penambahan variasi konsentrasi
    sukrosa, terhadap stabilitas aktivitas lisozim selama tiga bulan penyimpanan pada
    suhu 4°C juga dilakukan. Adapun variasi konsentrai sukrosa yang digunakan adalah
    30, 40, 60, 100 dan 150 mM. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas lisozim natif
    yaitu 1133,3 U/mL dan aktivitas lisozim setelah proses liofilisasi dengan penambahan
    sukrosa, selama enam bulan penyimpanan pada suhu 4°C yaitu 900 U/mL, terjadi
    penurunan sebanyak 21%. Adapun lisozim natif yang diperoleh sekitar 5,8 mg/mL
    sedangkan setelah enam bulan penyimpanan 3,7 mg/mL. Nilai ini masih berada pada
    rentang kadar yang dapat digunakan. Penentuan karakter lisozim dengan HPLC
    selama tiga bulan penyimpanan juga mengalami penurunan sebanyak 20%. Diantara
    konsentrasi lioprotektan yang digunakan, sukrosa dengan penambahan konsentrasi 60
    mM menunjukkan potensi terbaik menjaga lisozim baik selama proses liofilisasi
    maupun selama tiga bulan penyimpanan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi