Detail Cantuman

Image of Program Reducing Emissions From Deforestation & Degradation Plus  (Redd++) di Indonesia : Studi Kasus di Provinsi Jambi

 

Program Reducing Emissions From Deforestation & Degradation Plus (Redd++) di Indonesia : Studi Kasus di Provinsi Jambi


Perubahan iklim dianggap sebagai ancaman global oleh dunia internasional
kalangan ilmuwan diwakili oleh UN IPee bersepakat bahwa penyebab ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007427327 Moh p/R.17.94Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Moh p/R.17.94
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    vi,; 155hlm ,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 Moh p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perubahan iklim dianggap sebagai ancaman global oleh dunia internasional
    kalangan ilmuwan diwakili oleh UN IPee bersepakat bahwa penyebab perubahan iklim
    yang sangat signifikan adalah laju deforestasi dan degradasi hutan yang terjadi di negara­
    negara pemilik hutan. Gagasan mengenai menghindari deforestasi sebagai sebuah strategi
    mitigasi perubahan iklim. menyebabkan Program REDD muncul sebagai suatu
    mekanisme barn untuk penyerapan karbon dan pencegahan emisi karbon yang disebabkan
    oleh negara-negara berkembang.

    REDD+ kemudian diikutsertakan pada mekanisme rezim intemasional
    pasca Protocol-Kyoto berakhir. REDD+ yang berbasis pada gagasan bahwa negera­
    negara berkembang akan dibayar untuk meningkatkan cadangan karbon dengan cara
    melakukan langkah barn pada tata kelola hutannya, berdasarkan beberapa rujukan
    kebijakan di tingkat intemasional. Sebagai salah satu negara pemilik Hutan yang
    berpotensi dan juga telah meratifikasi protokol Kyoto sebelumnya, Indonesia kembali
    turut serta dalam program REDD+, salah satu provinsi yang dijadikan sebagai proyek
    percontohan yaitu Jambi.

    Provinsi Jambi dinilai memiliki potensi peluang yang sangat besar terhadap
    penurunan emisi yang bisa berkontribusi terhadap angka keberhasilan penurunan emisi
    karbon nasional. K.eterlibatan beberapa lembaga pakar atau epistemic community dalam
    mendukung program ini agar program ini di terapkan, menunjukan pengakuan posisi
    strategis Provinsi ini sebagai pemilik Hutan yang bisa memberikan kontribusi terhadap
    capaian angka penurunan emisi nasional juga secara global.

    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, dan
    mengumpulkan data dari informan yang dipilih secara purposive. konsep yang
    digunakan dalam penelitian ini adalah Rezim Intemasional dan komunitas
    epistemik. Temuan penelitian ini adalah pengaruh Rezim Intemasionallingkungan
    hidup dengan epistemic community-nya memberikan peran yang sangat penting
    terhadap pelaksanaan dan kelangsungan Program REDD+ di provinsi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi