Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Peranan Pemeriksaan ParameterC-Peptida Dan Glukosa Dalam Menentukan Sensitivitas Insulin Pada Subyek Pria Sindroma Metabolik Di Bandingkan Dengan Nilai Homeostatis Model Assessments (HOMA) Dan Quantitative Insulin Sensitivity Check Index(QUICKI)


Sensitivitas insulin didefinisikan sebagai kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa dan menstimulasi pemakaian glukosa pada tubuh. Telah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021081000024Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2055
    Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2055
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sensitivitas insulin didefinisikan sebagai kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa dan menstimulasi pemakaian glukosa pada tubuh. Telah dilakukan penelitian tentang peranan pemeriksaan parameter C-peptida dan glukosa dalam menentukan sensitivitas insulin pada subyek pria sindroma metabolik dibandingkan dengan nilai Homeostasis Model Assessments (HOMA) dan Quantitative Insulin Sensitivity Check Index (QUICKI). Sampel serum yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari 26 pria sindroma metabolik berusia 25-60 tahun dan 22 pria non sindroma metabolik berusia 25-60 tahun dengan lingkar pinggang < 90 cm. Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan program SPSS 16.0 dengan uji t-test independent, terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan pada konsentrasi C-peptida dengan nilai signifikan (p) = 0,000, insulin dengan p = 0,013 dan nilai HOMA dengan p = 0,006 pada pria sindroma metabolik dibandingkan pada pria non sindroma metabolik yaitu rata-rata konsentrasi C-peptida, insulin dan nilai HOMA pada pria sindroma metabolik lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsentrasi C-peptida, insulin dan nilai HOMA pada pria non sindroma metabolik. Tidak terdapat perbedaan rata-rata konsentrasi glukosa yang signifikan pada pria sindroma metabolik dibandingkan pada pria non sindroma metabolik dengan p = 0,220. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan pada nilai QUICKI dengan p = 0,000 dan rasio glukosa/C-peptida p = 0,000 pada pria sindroma metabolik dibandingkan pada pria non sindroma metabolik yaitu rata-rata nilai QUICKI dan rasio glukosa/C-peptida pada pria sindroma metabolik lebih rendah dibandingkan rata-rata nilai QUICKI dan rasio glukosa/C-peptida pada pria non sindroma metabolik. Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan program SPSS 16.0 dengan uji korelasi Pearson-Product Moment, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara HOMA dan rasio glukosa/C-peptida pada pria sindroma metabolik dengan p = 0,056. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara HOMA dan rasio glukosa/C-peptida pada pria non sindroma metabolik dengan p = 0,009. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara QUICKI dan rasio glukosa/C-peptida pada pria sindroma metabolik dengan p = 0,010. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara QUICKI dan rasio glukosa/C-peptida pada pria non sindroma metabolik dengan p = 0,008.

    Kata kunci : C-peptida, Glukosa, Insulin, HOMA, QUICKI
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi