analisis perilaku pedagang makanan jajanan anak sekolah di SD Negeri 1 dan 2 Pamijen Kecamatan sokaroja kabupaten Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti sendiri yang beberapa
kali melakukan pendidikan kesehatan ke sekolah-sekolah akan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007619 610.73 Rak a/R.22.189 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Rak a/R.22.189Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xvii, 173 hlm. ; ill. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Rak aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2016Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Rakhmat Susilo -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti sendiri yang beberapa
kali melakukan pendidikan kesehatan ke sekolah-sekolah akan tetapi kebiasaan
anak sekolah untuk jajan tetap sulit dikendalikan, disisi lain pihak sekolah juga
sudah berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan. Pedagang makanan
jajanan hampir tidak tersentuh sama sekali atau lepas dari pengawasan pihak
manapun.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif kualitatif Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perilaku
pedagang makanan jajanan anak sekolah. Metode penelitian dengan wawancara
semi struktur dan observasi. Informan penelitian adalah pedagang makanan
jajanan anak sekolah berjumlah 6 orang. Analisis data menggunakan teknik
konten analisis.
Basil penelitian diperoleh gambaran pemahaman pedagang tentang makanan
jajanan yang sehat yaitu makanan yang dibuat sendiri, makanan yang tidak
beresiko, tidak memakai formalin atau bahan pengawet, dan terdapat label halal.
Sikap pedagang untuk berjualan, motivasi pedagang untuk berjualan, dan tindakan
pedagang didalam menyiapkan, mengolah dan menyajikan makanan jajanan yaitu
kebersihan yang masih kurang, penggunaan air bersih yang kurang memenuhi
syarat kualitas air yang baik, penggunaan zat tambahan makanan dan takaran
penggunaan yang tidak sehat, alat perlindungan diri yang masih kurang, dan
makanan yang tidak habis disimpan, diolah, untuk dijual kembali.
Simpulan terdapat sikap pedagang yang tidak mempertimbangkan risiko di
dalam berjualan dan tindakan pedagang yang masih memperlakukan makanan
yang tidak habis dijual kemudian disimpan, diolah dan selanjutnya dijual kembali.
Saran untuk Dinas Kesehatan dan Badan POM agar lebih proaktif mengupayakan
peninjauan dan pengecekan tentang kelayakan usaha dan produk makanan jajanan
yang sehat, orang tua murid untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai perilaku
hidup sehat dan higiene kepada anak-anak, dan perawat kesehatan komunitas agar
berperan lebih aktif mengkaji permasalahan pada pedagang dan kreatif melakukan
pendampingan tidak saja dengan penyuluhan tetapi pelatihan pengolahan
makananjajanan yang sehat didalam lingkup asuhan kelompok anak sekolah.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






