Pengaruh Edukasi Berbasis Kelompok Sebaya dan Metode Ceramah Terhadap Frekuensi Sarapan Jajanan sehat anak usia sekolah din SDN 96 Dan SDN Sejahtra Kota Bandung
Kebutuhan nutrisi anak usia sekolah dapat dipenuhi dengan memperoleh
makanan yang berasal dari rumah dan juga dari makanan jajanan yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007177 610.73 Nur p/R.22.162 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Nur p/R.22.162Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xviii, 136 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Nur pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2015Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Nurleny -
Kebutuhan nutrisi anak usia sekolah dapat dipenuhi dengan memperoleh
makanan yang berasal dari rumah dan juga dari makanan jajanan yang dibeli anak
anak disekolah. Kebiasaan sarapan pagi anak sangat penting untuk diperhatikan
karena selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, juga mengurangi anak
terpapar jajanan yang tidak sehat. Pelaksanaan peer group edukasi dapat membantu
membentuk perilaku yang sehat pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah
mengidentifikasi pengaruh peer group edukasi terhadap frekuensi sarapan dan
perilaku jajanan sehat anak usia sekolah dasar Negeri 96 Kota Bandung dan sekolah
dasar Negeri Sejahtera Kota Bandung
Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain yang
digunakan adalah pretest and posttest with control group design. Pengambilan
sampel dengan simple random sampling sebanyak 66 responden yang dibagi dalam
kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Peer group edukasi dengan melibatkan
teman sebaya dalam mengubah perilaku dilakukan selama enam minggu.
Pengumpulan data pada responden dengan menggunakan instrument berupa logbook
yang diisi oleh anak sekolah berdasarkan frekuensi sarapan dan semua jenis jajanan.
Analisa data dengan menggunakan uji non parametrik
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peer group edukasi secara signifikan
meningkatkan frekuensi sarapan (p= 0,00) dan perilaku jajanan sehat untuk semua
jenis jajanan dan untuk semua indikator bahaya jajanan (p=0,00) pada kelompok
intervensi sementara pada kelompok kontrol yang mendapatkan pendidikan
kesehatan dengan metode ceramah tidak terjadi peningkatan frekuensi sarapan
secara signifikan (P=0,26) dan tidak semua jenis jajanan terjadinya peningkatan
secara signifikan serta tidak ada perbedaan signifikan untuk indikator bahaya
jajanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan peer group edukasi
efektif untuk meningkatkan frekuensi sarapan serta perilaku jajanan sehat anak usia
sekolah
Perawat dapat mengaplikasikan peer group edukasi sebagai salah satu
metode pada tatanan komunitas untuk meningkatkan kemampuan anak sekolah
dalam meningkatkan kesehatannya dengan sarapan dan memilih jajanan sehat
dengan pengembangan strategi baik promotif maupun preventif.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






