Detail Cantuman

Image of pengaruh Foot reflexology Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Hasan Sadikin Bandung

 

pengaruh Foot reflexology Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Hasan Sadikin Bandung


Prevalensi keluhan nyeri pada pasien kanker payudara masih tinggi yaitu
rata-rata 40-89%. Nyeri dialami pasien kanker payudara selama ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007551610.73 Nin p/R.22.156Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Nin p/R.22.156
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 84hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Nin p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi keluhan nyeri pada pasien kanker payudara masih tinggi yaitu
    rata-rata 40-89%. Nyeri dialami pasien kanker payudara selama hidupnya dan
    apabila tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif terhadap kualitas
    hidup. Terapi farmakologi yang diberikan beresiko menimbulkan efek samping
    sehingga perlu ada terapi lain yang bisa meminimalisir penggunaan analgetik.
    Foot reflexology dalam penelitian lain sudah dibuktikan dapat menurunkan
    intensitas nyeri, namun tidak ada penelitian yang menjelaskan tentang durasi
    intervensi yang disarankan dalam menurunkan nyeri, khususnya pada pasien
    kanker payudara. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh foot
    reflexology terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker payudara di RSVP Dr.
    Hasan Sadikin Bandung.

    Penelitian quasi experimental ini menggunakan model one group time series
    design dengan melibatkan 15 responden kanker payudara yang diambil secara
    purposive sampling. Tiap responden mendapat foot reflexology sebanyak tiga kali
    dalam waktu tiga hari, dimana titik refleksi yang dipijat adalah kelenjar pituitary,
    area vertebrae, kelenjar tyroid, adrenal, payudara, difragma dan sistem limfatik.
    Pijatan dilakukan selama 30 menit (15 menit tiap kaki) dengan masing-masing
    titik refleksi diberikan pijatan 30x/detik. lntensitas nyeri diukur menggunakan
    instrumen numeric rating scale sebelum dan setiap selesai perlakuan. Data yang
    terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji beda (Friedman dan
    Post Hoc Wilcoxon).

    Basil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar
    berusia dewasa madya, berstatus sudah menikah, memiliki masalah dalam status
    fmansial, pemah mengalami nyeri sebelumnya dan kurang dari setengahnya
    stadium kanker III B. lntensitas nyeri setelah perlakuan ke-3 signifikan lebih
    rendah dibandingkan dengan setelah perlakuan ke-2 (p-value = 0,0001), perlakuan
    ke-l (p-value = 0,001) maupun sebelum perlakuan (p-value = 0,001). Selain itu
    intensitas nyeri setelah perlakuan ke-2 signifikan lebih rendah dibandingkan
    dengan perlakuan ke-l (p-value = 0,002), dan sebelum perlakuan (p-value =
    0,0001).

    Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh foot reflexology terhadap
    penurunan intensitas nyeri terutama setelah perlakuan ke-2. Basil penelitian ini
    menjadikanfoot reflexology penting sebagai bagian dalam pengelolaan nyeri non
    farmakologi bagi pasien kanker payudara.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi