Detail Cantuman

Image of Modernisasi Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Perempuan Minangkabau di Sumatra's Weskust (1900 - 1942)

 

Modernisasi Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Perempuan Minangkabau di Sumatra's Weskust (1900 - 1942)


Penulisan tesis ini berlandaskan pada tiga pertanyaan penting, yaitu: Pertama,
bagaimanakah kondisi kehidupan perempuan Minangkabau di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007454959.8 ris m/R.18.252Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    959.8 ris m/R.18.252
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 281 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    959.8 ris m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2014
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penulisan tesis ini berlandaskan pada tiga pertanyaan penting, yaitu: Pertama,
    bagaimanakah kondisi kehidupan perempuan Minangkabau di Sumatra's Westkust
    sebelum abad ke-20? Kedua, mengapa terjadi perubahan dalam pola pendidikan
    perempuan Minangkabau di Sumatra's Westkus pada awal abad ke-20 dan apa
    saja dampak dari perubahan pola pendidikan tersebut terhadap kehidupan
    perempuan Minangkabau di bidang lainnya? Ketiga, bagaimana reaksi dari
    masyarakat di Sumatra's Westkust terhadap perubahan-perubahan yang muncul
    dalam kehidupan perempuan Minangkabau tersebut? Berpedoman kepada empat
    tahapan dalam metode penelitian sejarah yang meliputi: heuristik, kritik (eksternal
    dan internal), interpretasi, dan historiografi. Dapat dikemukakan sebuah
    kesimpulan bahwa modernisasi pendidikan yang diprakarsai oleh pemerintah
    kolonial Belanda sejak pertengahan abad ke-19 dan kaum ulama modernis di awal
    abad XX telah mendorong suatu perubahan yang sangat berarti bagi kehidupan
    perempuan Minangkabau. Aktivitas mereka yang hanya terpusat di dalam rumah
    gadang, areal pertanian, dan pasar-pasar tradisional di abad XIX telah bergerak
    maju melampaui itu pada abad ke-20. Perempuan Minangkabau dapat mengakses
    sekolah kolonial dan sekolah Islam modernis seperti kaum laki-Iaki, mereka
    mendirikan lembaga-Iembaga pendidikan khusus perempuan, menulis dan
    menerbitkan surat kabar khusus perempuan, terlibat aktif dalam dunia politik, dan
    dibolehkan untuk pergi merantau. Meskipun demikian, fase kemajuan yang
    berhasil diraih oleh perempuan Minangkabau tersebut tentu saja tidak akan
    terlepas dari dukungan dan kritikan yang diajukan oleh berbagai pihak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi