
Text
Uji Kepekaan Beberapa Sediaan Antiseptik Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA)
Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) merupakan bakteri yang resisten terhadap antibiotika metisilin dan merupakan penyebab utama infeksi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021081000017 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2047Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2008 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2047Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) merupakan bakteri yang resisten terhadap antibiotika metisilin dan merupakan penyebab utama infeksi nosokomial yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pencegahan terjadinya penularan MRSA dapat dilakukan melalui penggunaan antiseptik yang peka terhadap bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepekaan bakteri S. aureus dan MRSA terhadap tiga jenis antiseptik, yaitu triklosan, povidon iodin dan klorosilenol, melalui penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan koefisien fenol. Penelitian dilakukan dengan cara mengisolasi bakteri, mengidentifikasi bakteri dengan uji biokimia, uji resistensi dengan metode cakram kertas, penentuan KHM dengan metode pengenceran agar, serta penentuan koefisien fenol. KHM sampel A (triklosan) terhadap S. aureus adalah 0,00005% dan terhadap MRSA 0,0004%. KHM sampel B ( povidon iodin) terhadap kedua bakteri uji adalah 0,06%. KHM sampel C (klorosilenol) terhadap kedua bakteri uji adalah 0,005%. Nilai koefisien fenol sampel A, B dan C terhadap S. aureus dan MRSA berturut-turut adalah 5714 dan 1214, 50 dan 46, 107 dan 88. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketiga jenis antiseptik tersebut masih memiliki kepekaan terhadap S. aureus dan MRSA.
Kata kunci: Antiseptik, S. aureus, MRSA, konsentrasi hambat minimum, koefisien fenol -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






