analisis Faktor Kecenderungan Inovasi Terhadap Inovasi Produk Dan Dampaknya Terhadap...
Industri kreatif fashion muslim adalah salah satu potensi yang dimiliki
Indonesia, jumlah populasi muslim di Indonesia sebanyak 12,7% dari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0007526 650 Dim a Perpustakaan Pusat (REF.12.115) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 650 Dim a/R.12.115Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik ix, 149 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 650Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dimas Kusumaatmadja -
Industri kreatif fashion muslim adalah salah satu potensi yang dimiliki
Indonesia, jumlah populasi muslim di Indonesia sebanyak 12,7% dari total populasi
muslim dunia, maka Indonesia menjadi negara dengan populasi muslim terbanyak di
dunia. Sedangkan populasi Muslim di Indonesia sendiri sebesar 88,1% dari total
populasi masyarakat Indonesia. Industri Kreatif merupakan salah satu fokus
pemerintah beberapa tahun ke depan, hal tersebut dikarenakan industri kreatif
memiliki potensi besar yang dapat menjadi salah satu sektor penggerak dalam
mewujudkan Indonesia yang mandiri dan makmur.
Bandung sebagai kota kreatif, memperlihatkan perkembangan bisnis pada
industri kreatif fashion, diprediksi pada tahun 2020 berpotensi menjadi kota hijab
dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan nilai
perdagangan busana muslim Indonesia mencapai USD 7,18 miliar, dan sekitar 20%
perdagangan berasal dari penggiat industri kreatif fashion kota Bandung. (sumber :
http://www.jabarprov.go.id. 2015). Keberhasilan melakukan inovasi dapat
mendorong kinerja bisnis pada industri kreatif muslim, dengan tantangan menjadikan
kota Bandung sebagai kiblat Industri Fashion Muslim dunia dan menjadi salah satu
potensi industri kreatif, untuk bersaing pada pasar bebas AFT A maupun ACFT A. Hal
tersebut memerIukan penelitian dengan tema sentral mengenai analisis faktor-faktor
kecenderungan inovasi bagi industri kreatif fashion muslim terhadap kinerja bisnis.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor
kecenderungan inovasi terhadap inovasi produk dan dampaknya terhadap kinerja
bisnis, data primer didapat dari penyebaran kuesioner, data sekunder dari instansi
pemerintah terkait, alat anal is is deskriptif menggunakan metode semantik diferensial
sedangkan alat analisis verifikatif yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah
analisis jalur (path analysis). Hasil pengujian hipotesis deskriptif menunjukan bahwa
faktor kecenderungan inovasi (budaya organisasi, sumber daya, infrastruktur, proses
inovasi, kompetisi dan kreatifitas) dalam kategori baik, sementara inovasi produk dari
tanggapan respond en dalam kategori baik dan berdampak pada kinerja bisnis dengan
tanggapan kategori baik. Hasil pengujian hipotesis verifikatif terhadap faktor
kecenderungan inovasi (budaya organisasi, sumber daya, infrastruktur, proses
inovasi, kompetisi dan kreatifitas) berpengaruh signifikan dan positif baik secara
simultan maupun parsial terhadap inovasi produk, sedangkan inovasi produk
berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis. Hasil analisis hasil pengaruh total inovasi
produk berturut-turut: Xl = 16,54% ; X2 = 2,70% ; X3 = -3,89% ; X4 = 17,62%; X5
= 15,80% ; X6 = 12,43%. Dengan demikian maka faktor proses inovasi (X4) menjadi
faktor yang paling besar pengaruhnya. dan faktor kompetisi (X6) menjadi faktor yang
paling dominan dengan t hitung (2,665) paling tinggi. Sedangkan pengaruh langsung
inovasi produk (Y) terhadap kinerja bisnis adalah 23,3%. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






