<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47670">
 <titleInfo>
  <title>analisis Faktor Kecenderungan Inovasi Terhadap Inovasi Produk Dan Dampaknya Terhadap...</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIMAS KUSUMAATMADJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Magister Manajemen Unpad</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>ix, 149 hlm. Ilus ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri kreatif fashion muslim adalah salah satu potensi yang dimiliki &#13;
Indonesia, jumlah populasi muslim di Indonesia sebanyak 12,7% dari total populasi &#13;
muslim dunia, maka Indonesia menjadi negara dengan populasi muslim terbanyak di &#13;
dunia. Sedangkan populasi Muslim di Indonesia sendiri sebesar 88,1% dari total &#13;
populasi masyarakat Indonesia. Industri Kreatif merupakan salah satu fokus &#13;
pemerintah beberapa tahun ke depan, hal tersebut dikarenakan industri kreatif &#13;
memiliki potensi besar yang dapat menjadi salah satu sektor penggerak dalam &#13;
mewujudkan Indonesia yang mandiri dan makmur. &#13;
&#13;
Bandung sebagai kota kreatif, memperlihatkan perkembangan bisnis pada &#13;
industri kreatif fashion, diprediksi pada tahun 2020 berpotensi menjadi kota hijab &#13;
dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan nilai &#13;
perdagangan busana muslim Indonesia mencapai USD 7,18 miliar, dan sekitar 20% &#13;
perdagangan berasal dari penggiat industri kreatif fashion kota Bandung. (sumber : &#13;
http://www.jabarprov.go.id. 2015). Keberhasilan melakukan inovasi dapat &#13;
mendorong kinerja bisnis pada industri kreatif muslim, dengan tantangan menjadikan &#13;
kota Bandung sebagai kiblat Industri Fashion Muslim dunia dan menjadi salah satu &#13;
potensi industri kreatif, untuk bersaing pada pasar bebas AFT A maupun ACFT A. Hal &#13;
tersebut memerIukan penelitian dengan tema sentral mengenai analisis faktor-faktor &#13;
kecenderungan inovasi bagi industri kreatif fashion muslim terhadap kinerja bisnis. &#13;
&#13;
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor &#13;
kecenderungan inovasi terhadap inovasi produk dan dampaknya terhadap kinerja &#13;
bisnis, data primer didapat dari penyebaran kuesioner, data sekunder dari instansi &#13;
pemerintah terkait, alat anal is is deskriptif menggunakan metode semantik diferensial &#13;
sedangkan alat analisis verifikatif yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah &#13;
analisis jalur (path analysis). Hasil pengujian hipotesis deskriptif menunjukan bahwa &#13;
faktor kecenderungan inovasi (budaya organisasi, sumber daya, infrastruktur, proses &#13;
inovasi, kompetisi dan kreatifitas) dalam kategori baik, sementara inovasi produk dari &#13;
tanggapan respond en dalam kategori baik dan berdampak pada kinerja bisnis dengan &#13;
tanggapan kategori baik. Hasil pengujian hipotesis verifikatif terhadap faktor &#13;
kecenderungan inovasi (budaya organisasi, sumber daya, infrastruktur, proses &#13;
inovasi, kompetisi dan kreatifitas) berpengaruh signifikan dan positif baik secara &#13;
simultan maupun parsial terhadap inovasi produk, sedangkan inovasi produk &#13;
berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis. Hasil analisis hasil pengaruh total inovasi &#13;
produk berturut-turut: Xl = 16,54% ; X2 = 2,70% ; X3 = -3,89% ; X4 = 17,62%; X5 &#13;
= 15,80% ; X6 = 12,43%. Dengan demikian maka faktor proses inovasi (X4) menjadi &#13;
faktor yang paling besar pengaruhnya. dan faktor kompetisi (X6) menjadi faktor yang &#13;
paling dominan dengan t hitung (2,665) paling tinggi. Sedangkan pengaruh langsung &#13;
inovasi produk (Y) terhadap kinerja bisnis adalah 23,3%.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dimas Kusumaatmadja</note>
 <subject authority="">
  <topic>Faktor kecenderungan inovasi, inovasi, inovasi pro</topic>
 </subject>
 <classification>650</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>650 Dim a/R.12.115</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0007526</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.115)</sublocation>
    <shelfLocator>650 Dim a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47670</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 05:43:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-26 14:43:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>