Detail Cantuman

Image of Rancangan Program Peningkatan Konsep Diri Melalui Group Konseling Untuk Menurunkan Derajat Social Anxiety Pada Narapidana Yang Akan Kembali Ke Masyarakat

 

Rancangan Program Peningkatan Konsep Diri Melalui Group Konseling Untuk Menurunkan Derajat Social Anxiety Pada Narapidana Yang Akan Kembali Ke Masyarakat


Luh Putu Shanti Kusumaningsih. Perancangan program intervensi peningkatan
Konsep Diri melalui Grup Konseling untuk menurunkan derajat social ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100070158.35 Kus r/R.19.155Perpustakaan Pusat (REF.19.155)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    158.35 Kus r/R.19.155
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 139 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    158.35 Kus r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Luh Putu Shanti Kusumaningsih. Perancangan program intervensi peningkatan
    Konsep Diri melalui Grup Konseling untuk menurunkan derajat social anxiety pada
    narapidana yang akan kembali ke masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini
    mengetahui derajat social anxiety pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat
    dan menyusun rancangan intervensi grup konseling yang tepat untuk menurunkan
    derajat social anxiety pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat. Penelitian
    ini menggunakan variabel social anxiety yang diartikan sebagai tingkat kesadaran
    individu akan ketidakmampuannya dalam memenuhi harapan dari lingkungan.
    Asesmen dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat derajat social anxiety
    pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat berkaitan dengan statusnya
    sebagai narapidana. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
    kualitatif. Pengukuran dilakukan melalui wawancara dan observasi. Subjek dalam
    penelitian ini adalah seluruh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Brebes Jawa
    Tengah. Teknik sampling yang digunakan adalah Restricted Random Sampling yaitu
    suatu teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi yang
    memenuhi kriteria penelitian baik secara sendiri -sendiri atau bersama-sama diberi
    kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Adapun kriteria
    penelitian yang dimaksud bagi anggota populasi untuk bisa menjadi sampel adalah
    narapidana yang akan kembali ke masyarakat dalam waktu 3 bulan pada saat
    penelitian dilakukan dan merupakan narapidana yang baru pertama kali menyandang
    status sebagai narapidana. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan
    mengkategorisasikan jawaban sesuai pedoman kategorisasi yang telah disusun dan
    melakukan skoring antara 1-3 untuk jawaban tiap item. Selanjutnya, dilakukan
    skoring total untuk keseluruhan item sehingga derajat social anxiety responden dapat
    ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 71,4 % responden berada pada
    derajat social anxiety tinggi. Artinya, narapidana yang akan kembali ke masyarakat
    memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan ketidakmampuannya dalam memenuhi
    harapan dari lingkungan. Kondisi ini terjadi karena adanya konsep diri yang negatif
    dari narapidana terhadap dirinya sehubungan dengan statusnya sebagai narapidana
    berkaitan dengan tuntutan lingkungan. Berdasarkan hasil ini, disusun suatu rancangan
    program intervensi grup konseling yang bertujuan untuk menurunkan derajat social
    anxiety pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat dengan mengubah konsep
    diri narapidana menjadi positif.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi