studi Kasus Mengenai Efektivitas Cognitive Behavior Therapy Terhadap Peningkatan Intensi...
STUDI KASUS MENGENAI EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR
THERAPY TERHADAP PENINGKATAN INTENSI BERHENTI MELUKAI
DIRI (NON-SUICIDAL SELF ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007540 155.904 2/R.19.135 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 155.904 2/R.19.135Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xv, 202 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 155.904 2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2015Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Irdha Zahra -
STUDI KASUS MENGENAI EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR
THERAPY TERHADAP PENINGKATAN INTENSI BERHENTI MELUKAI
DIRI (NON-SUICIDAL SELF INJURY)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Cognitive Behavior
Therapy (CBT) terhadap Peningkatan Intensi Berhenti Non-Suicidal Self Injury
(NSSI). Rancangan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang melibatkan dua
subjek penelitian yang diperoleh melalui teknik purposive sampling.
Data diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner, observasi,
wawancara, dan alat tes. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Intensi
Berhenti NSSI yang dirancang oleh peneliti berdasarkan Ajzen (2005) untuk
mengukur Intensi Berhenti NSSI. CBT diberikan sebanyak enam sesi. Pengukuran
dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan setelah intervensi diberikan. Data
dianalisis dengan menggunakan teknik uji hipotesis, content analysis dan analisa
deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT efektif terhadap peningkatan
intensi berhenti NSSI, baik dimensi Direct maupun Indirect pada salah satu
subjek penelitian. Terdapat perubahan belief mengenai diri terkait NSSI, emosi
lebih positif dan memiliki strategi coping baru. Sikap menjadi lebih positif, lebih
menghayati tekanan normatif serta yakin dirinya mampu berhenti melukai diri.
Sedangkan pada subjek lainnya, CBT hanya efektif meningkatkan intensi berhenti
NSSI pada dimensi Indirect saja. Terdapat perubahan belief mengenai diri terkait
NSSI dan mulai menyadari keberadaan emosi negatif namun belum mengalami
perubahan sikap, kurang menghayati tekanan normatif, serta kurang yakin bahwa
dirinya mampu berhenti melukaidiri. .
Working alliance yang kolaboratif, kemandirian, serta kemahiran dalam
menguasai keterampilan CBT menunjang efektivitas CBT. Motivasi yang lemah
dan bersumber dari luar diri, kurangnya kemandirian, distorsi kognitif berupa
perfectionism yang mengakar kuat, latar belakang stressor kehidupan yang
kompleks serta emosi negatif yang sering dan intens merupakan hambatan bagi
efektivitas CBT. Tahap Persiapan & Asesmen, Sesi Psikoedukasi dan Sesi
Modifikasi Kognitif merupakan sesi paling penting dalam penelitian ini. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






