Detail Cantuman

Image of Rancangan Intervensi Penerimaan Diri (Self Acceptance) Ibu Rumah Tangga dengan HIV Positif di Malang Raya

 

Rancangan Intervensi Penerimaan Diri (Self Acceptance) Ibu Rumah Tangga dengan HIV Positif di Malang Raya


RANCANGAN fNTERVENSI PENERIMAAN DIRT IBU RUMAH TANGGA DENGAN
HIV+ DI KOTAlKABUPATEN MALANG

Pada tahun 2013 penderita HIV/AIDS ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007303155.9 Ris r/R.19.130Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.9 Ris r/R.19.130
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    195 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.9 Ris r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • RANCANGAN fNTERVENSI PENERIMAAN DIRT IBU RUMAH TANGGA DENGAN
    HIV+ DI KOTAlKABUPATEN MALANG

    Pada tahun 2013 penderita HIV/AIDS mulai bergeser dari kelompok rentan ke kelompok
    berisiko rendah, seperti ibu rumah tangga dan bayi. Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai
    factor dengan sebagian besar para ibu rumah tangga tertular oleh suami yang suka ''jajan'' diluar
    (pelanggan PSK). Alasan penularan tersebut menyebabkan tidak optimalnya ibu rumah tangga
    dalam menerima keadaan diri dengan status baru sebagai ibu rumah tanga dengan HIV+ (IRT
    ODHA).

    Kurang dapat menerima keadaan diri berdampak pada psikis maupun kehidupan sosial
    yang dijalaninya. Hasil pengambilan data awal menunjukan IRT ODHA yang menarik diri dari
    lingkungan, percobaan bunuh diri, dan merasa tidak pantas lagi hidup. Atas dasar hal tersebut,
    peneliti ingin mengetahui gambaran penerimaan diri IRT ODHA dengan melihat aspek-aspek
    yang ada di dalarnnya.

    Peneliti mengharapkan, dari hasil penelitian akan diketahui kebutuhan belajar yang
    nantinya sebagai dasar pembuatan intervensi dalam rangka optimalisasi penerimaan diri IRT
    ODHA. Peneliti menggunakan konsep dari Jersild (1976) menjelaskan bahwa seseorang yang
    menerima dirinya adalah seseorang yang memiliki penilaian yang realistis,
    memahami karakteristik dirinya dan mampu menerima kondisi yang ada dengan sesungguhnya
    sehingga dapat menggunakan kemampuannya dalam berkehidupan sosial. Pendekatan penelitian
    ini adalah non-eksperimental kuantitatif, dengan metode deskriptif.

    Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kuesioner mengenai penerimaan diri
    yang dilakukan terhadap IRT ODHA khususnya yang tertular oleh suami di Kota/Kabupaten
    Malang provinsi Jawa Timur yang diperoleh melalui metode snowball sampling. Observasi dan
    wawancara dilakukan untuk mengamati perilaku subjek serta alasan kurang optimalnya
    penerimaan diri dari masing-rnasing subjek.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa 80% IRT ODHA memiliki skor penerimaan diri yang
    rendah ditunjang oleh masing-rnasing aspek yang juga menunjukan prosentase yang sama yaitu
    80% memiliki skor yang rendah. Hasil wawancara didapatkan bahwa mereka masih terpengaruh
    oleh stigma negatifyang melekat pada ODHA sehingga mereka cenderung sulit untuk menilai diri
    secara realistik karena tertutup dengan stigma negatif tersebut.

    Berdasarkan hal tersebut disusunlah 2 rancangan intervensi dimana intervensi pertama
    adalah modul Iangkah-langkah kegiatan yang disusun dalam beberapa pertemuan yang bertujuan
    untuk optimalisasi penerimaan diri IRT ODHA, dan yang kedua adalah modul pelatihan training
    of trainers yang diperuntukan bagi volunteer peduli HIV agar dapat memfasilitasi kegiatan, serta
    mengevaluasi keberhasilan masing-masing kegiatan dalam rangka optimalisasi penerimaan diri
    IRTODHA.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi