Detail Cantuman

Image of Analisis Ketersediaan Sumber Pakan serat Sektor Produksi Padi-Palawija : Kasus Di Kabupaten...

 

Analisis Ketersediaan Sumber Pakan serat Sektor Produksi Padi-Palawija : Kasus Di Kabupaten...


ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER PAKAN SERA T
SEKTOR PRODUKSI PADI-P ALA WIJA

(Kasus di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007194636 Agu a/R.20.02Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636 Agu a/R.20.02
    Penerbit magister peternakan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 102 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636 Agu a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER PAKAN SERA T
    SEKTOR PRODUKSI PADI-P ALA WIJA

    (Kasus di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara)

    AGUSTINA P ASARIBU

    ABSTRAK

    Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan sumber pakan
    serat limbah pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    metode studi kasus. Data yang diambil berupa data sekuder yang diperoleh dari
    Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo. Analisis data yang digunakan adalah
    analisis Kapasitas Tampung, analisis Trend dan Location Quetient (LQ).

    Hasil analisis daya dukung wilayah menujukkan bahwa, kecamatan yang potensial
    dalam pengembangan temak sapi dan kerbau adalah Kecamatan Laubaleng
    20340,31 ST, Tigabinanga 17540,72 ST, Mardingding 13252,98 ST, Munte
    12388,22 ST, Kutabuluh 8967,87 ST dan Juhar 6661,85 ST.

    Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Berdasarkan data tahun 2011-2014
    trend ketersediaan pakan serat di Kabupaten Karo dapat menampung tambahan
    populasi temak 85.500,10 ST. Populasi sapi potong 6.897 ST, sapi perah 323 ST
    dan kerbau 2.857 ST. (2) Berdasarkan analisis produksi pakan serat terdapat enam
    dari tujuh belas kecamatan di Kabupaten Karo yang berpotensi untuk
    meningkatkan populasi temak sapi dan kerbau. Masing-masing adalah
    Kecamatan Laubaleng, Tigabinanga, Mardingding, Munte, Kutabuluh dan J uhar.
    (3) Berdasarkan analisis Location Qoutient (LQ) terhadap populasi temak sapi dan
    kerbau dan ketersediaan pakan serat, maka daerah basis pengembangan : ( a)
    Kecamatan untuk pengembangan temak kerbau adalah Laubaleng, Tigabinanga,
    Mardingding, Munte, Kutabuluh dan Juhar. (b) Kecamatan untuk pengembangan
    temak sapi potong adalah Laubaleng.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi