<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47585">
 <titleInfo>
  <title>Model Pemanenan Air Hujan untuk Pengembangan Komplek Perumahan di Wilayah Kab. Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sunardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;169 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan kebutuhan air di tengah permasalahan air tanah akibat &#13;
ekploitasi yang berlebihan dan penurunan kualitas air permukaan akibat &#13;
peningkatan pencemaran akan mempengaruhi sistem pasokan air di masa yang &#13;
akan datang. Peningkatan lapisan tanah kedap air akibat maraknya pembangunan &#13;
perumahan pada akhirnya akan menyebabkan masalah pasokan air semakin parah &#13;
dan berpotensi meningkatkan kelangkaan air. Pemanenan air hujan (P AH) banyak &#13;
dipraktikkan di seluruh dunia sebagai solusi berkelanjutan dari permasalahan­ &#13;
pennasalahan air tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang model sistem &#13;
PAH dan mensimulasikan kinerja hidrologi dan ekonominya yang dapat &#13;
membantu pengambilan keputusan dalam menerapkan teknologi P AH untuk &#13;
pengembangan perumahan di Kabupaten Bandung. Perancangan model P AH &#13;
dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data primer dan data sekunder &#13;
yang terdiri dari curah hujan bulanan, luas atap, kebutuhan air dan ukuran bak &#13;
penampung berdasarkan prinsip neraca massa. Kinerja hidrologi model RWH &#13;
disimulasikan dan diprediksi dengan menggunakan konsep reliabilitas, sedangkan &#13;
kinerja ekonomi disimulasikan dan diprediksi dengan menggunakan konsep NPV &#13;
dan payback period. Sementara i tu, pandangan atau pendapat masyarakat terhadap &#13;
penggunaan air hujan dan praktik pemanenan air huja secara umum diteliti dengan &#13;
menggunakan kuesioner. &#13;
&#13;
Berdasarkan analisis data, ukuran bak penampung sistem P AH rumah tipe &#13;
29 diprediksi sebesar 23 m3 dan ukuran ini dapat menghasilkan reliabilitas air &#13;
sebesar 91,72 % per tahun. Ukuran bak penampung sistem PAH rumah tipe 36 &#13;
diprediksi sebesar 25 m3 dan ukuran ini dapat menghasilkan reliabilitas air sebesar &#13;
88,70 % per tahun. Ukuran bak penampung sistem PAH rumah tipe 48 diprediksi &#13;
sebesar 27 m3 dan ukuran ini dapat menghasilkan reliabilitas air sebesar 96,99 % &#13;
per tahun. Semua sistem P AH yang dimodelkan dalam penelitian ini mempunyai &#13;
reliabilitas lebih besar dari 50 %, sehingga sistem-sistem P AH tersebut layak &#13;
secara hidrologi. NPV rancangan sistem PAH untuk tipe 29, 36, dan 48 bernilai &#13;
negatif, yaitu -Rp 83,53 juta, -Rp87,48 juta, dan -Rp97,97 juta secara berturut­ &#13;
turut dan payback period qfrancangan sistem PAH untuk rumah tipe 29, 36, dan &#13;
48 tidak dapat ditentukan, sehingga sistem-sistem P AH tersebut tidak layak secara &#13;
ekonomi. Masyarakat memandang air hujan sebagai sumber alternatif air bersih &#13;
yang dapat digunakan untuk keperluan selain air minum, seperti menyiram toilet, &#13;
mencuci pakaian, mencuci piring, mencuci kendaraan dan menyiram tanaman. &#13;
Selain itu,' masyarakat memandang bahwa untuk mendorong adopsi sistem P AH &#13;
dalam pengembangan perumahan perlu adanya subsidi. Besarnya subsidi &#13;
minimum yang rnemungkinkan NPV rancangan sistem pemanenan air hujan &#13;
dalam penelitian ini bernilai positif adalah 70% atau lebih.</note>
 <note type="statement of responsibility">Sunardi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pemanenan Air Hujan, Kebutuhan Air, Ukuran Bak Pen</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Sun m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Sun m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140700282</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.146)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Sun m/R.25.146</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47585</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 05:37:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-07 07:51:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>