Detail Cantuman

Image of Hubungan Antara Komunikasi Perawat Dengan TIngkat Kecemasan Keluarga Pasien Gawat Darurat Di Ruang UGD RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang Banten

 

Hubungan Antara Komunikasi Perawat Dengan TIngkat Kecemasan Keluarga Pasien Gawat Darurat Di Ruang UGD RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang Banten


Kondisi gawat darurat dapat menimbulkan kecemasan bagi keluarga yang
berdampak pada keterlibatan keluarga dalam memberikan fungsi perawatan, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700234610.73 Luk H/R.22.132Perpustakaan Pusat (REF.132)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Luk H/R.22.132
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 87 hlm,; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Luk H
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kondisi gawat darurat dapat menimbulkan kecemasan bagi keluarga yang
    berdampak pada keterlibatan keluarga dalam memberikan fungsi perawatan,
    Komunikasi merupakan bagian dari kompetensi inti yang dimiliki perawat
    emergensi dan teridentifikasi sebagai aspek yang menantang dalam
    pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan
    antara komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien gawat
    darurat di Ruang UGD RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang Banten.

    Jenis penelitian analitik korelatif dengan analisis data menggunakan uji
    non-parametrik Spearman's Rho. Data diambil melalui observasi oleh 4 orang
    numerator menggunakan kuesioner observasi komunikasi efektif dan kecemasan
    keluarga dengan menggunakan instrumen STAI form Y-l yang diukur 2 kali
    pengukuran. Menggunakan tehnik Accidental Sampling selama 5 hari didapatkan
    sampel sebanyak 47 keluarga dan 47 komunikasi perawat.

    Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh perawat melakukan kontak
    mata, bersikap terbuka, menjelaskan tindakan yang akan dilakukan, menanggapi
    dengan baik dan cepat setiap keluhan, menggunakan intonasi suara yang jelas,
    bahasa yang mudah dimengerti, memperkenalkan diri, mendengarkan secara aktif
    serta oerSlkap empati, tenang dan bersahabat saat berkomunikasi. Hampir
    sebagian besar (42.6%) keluarga mengalami kecemasan sedang dan sebesar
    (34.0%) mengalami kecemasan ringan setelah berkomunikasi dengan perawat.
    Hasil analisis korelasi menggunakan uji Spearman's Rho diperoleh p value
    sebesar 0.000 dengan koefisien korelasi -0.765. Hal ini menunjukan adanya
    korelasi yang kuat antara komunikasi yang dilakukan perawat dengan tingkat
    kecemasan keluarga dengan arah korelasi negatif, semakin tinggi komunikasi
    efektif, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami keluarga.

    Rekomendasi dari penelitian nu, perawat harus lebih mampu
    meningkatkan penerapan komunikasi secara efektif, karena komunikasi secara
    efektif dapat menjadikan perubahan yang positif pada situasi emosional keluarga
    dengan harapan menghindari adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan
    yang diambil alih oleh keluarga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi