Persepsi Wanita Berisiko Terkena Infeksi Menular Seksual Terhadap Upaya Pencegahan INfeksi Menular Seksual Di Kabupaten Sumedang
Kejadian Infeksi Menular Seksual (1MS) meningkat dari tahun ke tahun
baik di dunia maupun di Indonesia. 1MS pada wanita dapat menimbulkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700426 610.73 Kar p/R.22.121 Perpustakaan Pusat (REF.121) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Kar p/R.22.121Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xiii, 78 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Kar pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Karwati -
Kejadian Infeksi Menular Seksual (1MS) meningkat dari tahun ke tahun
baik di dunia maupun di Indonesia. 1MS pada wanita dapat menimbulkan dampak
fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Wanita terkena 1MS salah satunya
dikarenakan berperilaku seksual yang berisiko, sehingga perlu dilakukan
penelitian tentang upaya pencegahan 1MS oleh wanita berisiko terkena !MS.
Tujuan penelitian untuk menggambarkan persepsi wanita berisiko terkena 1MS di
Kabupaten Sumedang terhadap upaya pencegahan 1MS.
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan jumlah partisipan
enam orang rentang umur 20 tahun sampai 21 tahun. Pengumpulan data dengan
metode FGD (Focus Group Discussion). Analisa data menggunakan metode
Kruger.
Dari hasil penelitian teridentifikasi enam tema yaitu: 1) Persepsi
partisipan tentang penyebab 1MS adalah berganti-ganti pasangan, tidak
melakukan kebersihan, tidak memakai kondom, seks bebas, alat dildo dan virus.
2) Persepsi partisipan tentang cara pencegahan dan pengobatan 1MS yaitu palmi
kondom, jangan ganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan intim, tidak
melakukan seks bebas, tidak pacaran, menjaga kebersihan, tidak memakai
pentyliner dan pembalut, tidak boleh sembarangan pengobatan, konsultasi ke
dokter, air daun sirih, palmi pembersih vagina dari toko, pakai odol, menggunakan
herbal, menggunakan kapur barns. 3) Tanggapan partisipan tentang kesadaran diri
terhadap risiko terkena yaitu lima dari enam partisipan tidak merasa berisiko
terkena IMSdan satu partisipan merasa berisiko terkena 1MS. 4) Persepsi
partisipan tentang masalah yang terdapat pada sistim reproduksi adalah mandul,
kista, kanker serviks, Sifilis, keputihan. 5) Persepsi partisipan tentang kesehatan
reproduksi wanita yaitu berhubungan dengan makanan, organ reproduksi,
keadaan sehat alat reproduksi. 6) Sumber informasi tentang 1MS yang diperoleh
partisipan adalah dari teman, sekolah, mencari sendiri dari internet, ibu, dan
perawat.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa cara pencegahan IMS yang
dilakukan oleh partisipan ada yang tepat dan ada yang kurang tepat. Untuk itu
disarankan kepada penanggungjawab program IMS di Puskesmas agar
menjadikan hasil penelitian sebagai data dasar untuk menyusun program
penyuluhan atau promosi kesehatan bagi kelompok wanita berisiko terkena IMS.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






