Detail Cantuman

Image of Peran Ibu Nyai  Sebagai Agen Dalam Perubahan Struktur Sosial Pesantren Kempek Cirebon

 

Peran Ibu Nyai Sebagai Agen Dalam Perubahan Struktur Sosial Pesantren Kempek Cirebon


Peran Ibu Nyai sebagai seorang Agen yang aktif dalam menentukan arah
kebijakan Pesantren mengindikasikan adanya perubahan peran perempuan di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700282301 Sol P/R.17.11Perpustakaan Pusat (REF.17.11)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Sol P/R.17.11
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;217 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Sol P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Peran Ibu Nyai sebagai seorang Agen yang aktif dalam menentukan arah
    kebijakan Pesantren mengindikasikan adanya perubahan peran perempuan di
    Pesantren. Perubahan yang kemudian terjadi sebagai hasil keagenan Ibu Nyai
    adalah aspek Struktur Sosial Pesantren Kempek yang terus berubah. Dengan
    pendekatan struktur Agen, peran Ibu Nyai di Pesantren terjadi karena adanya
    interaksi antara Struktur Sosial dan tindakan Agen yang dilakukan terus menerus
    yang secara praktis telah menempatkan Ibu Nyai sebagai Mitra Kiai.

    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran Ibu Nyai dalam
    perubahan Struktur Sosial di Pesantren Kempek yang meliputi perubahan pada
    lembaga pendidikan, kelompok sosial, stratifikasi sosial, dan interaksi sosial.
    Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
    studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
    wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sedangkan analisa dilakukan
    dengan dengan analisa kualitatif.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai orang terdekat Kiai, Ibu
    Nyai mampu memanfaatkan posisinya dengan menciptakan peran barn yaitu
    sebagai Wakil Kiai dan Mitra Kiai. Dengan posisi tersebut, Ibu Nyai dapat turut
    serta dalam menentukan kebijakan Pesantren dan memiliki pengaruh dalam
    pengambilan kebijakan yang diambil Kiai sehingga membawa angin perubahan di
    Pesantren. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada kelembagaan dengan
    adanya perubahan sistem pendidikan Pesantren yang mengarah pada Pesantren
    Khalafiah. Pada kelompok sosial terjadi perubahan kelompok menjadi formal dan
    terstruktur dengan terbentuknya Yayasan. Dalam interaksi sosial Santri Putri dan
    Putra menjadi semakin luwes. Stratifikasi sosial juga turnt berubah dengan
    munculnya kelas barn bagi Ibu Nyai di Pesantren karena kekuasan, kemampuan
    ekonomisasi jaringan Pesantren, dan adanya pengakuan pada keahlian Ibu Nyai.

    Peran dan posisi baru Ibu Nyai merupakan hasil interaksi antara peran
    Agen dan Struktur Sosial yang dilakukan secara terus menerus melalui kerja-kerja
    kongkrit yang dilakukan lbu Nyai sehingga membentuk kesadaran praktis pada
    Komunitas Pesantren bahwa kedudukan Ibu Nyai sebagai mitra sejajar Kiai.
    Struktur Sosial Pesantren yang masih kental dengan budaya patriarki tidak
    membuat Ibu Nyai terpatri dalam kondisi subordinat dan bergantung pada Kiai.
    Adanya pemaknaan baru terhadap kedudukan perempuan dan legitimasi Kiai yang
    meJekat dalam tindakan Jbu Nyai menjadi kunci keberhasilan daJam meJakukan
    pembaharnan di Pesantren. Gerakan F eminisme Islam yang masuk ke Pesantren
    dengan reinterpretasi Kitab Kuning ikut mendorong terjadinya perubahan
    pemaknaan mengenai peran dan fungsi perempuan di Pesantren. Surnber daya
    yang dimiliki Ibu Nyai baik budaya, sosial, serta ekonomi menjadi kekuatan Ibu
    Nyai dalam melakukan tindakan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi