27) pada LSAS. Intervensi dilakukan dengan menggunakan program software AAT yang dirancang menggunakan stimulus ekspresi emosi yang telah divalidasi. Partisipan dilatih untuk mendekati (approach) pada stimuli ekspresi emosi positif (senang) kemudian diukur menggunakan kuesioner LSAS sebelum, pada saat diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi. Studi dilakukan dengan metode eksperimental, yakni Pretest-postest Control Group Design. Hasil pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol dianalisa menggunakan Anova-Repeated Measurement. Analisa dilakukan untuk mengetabui pengaruh pemberian intervensi implisit melalui re-training AA T terhadap penurunan tingkat kecemasan sosial. Hasil analisis pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test denganpost-test (Sig = 0.000 < a. = 0.05, Ho ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa intervensi implisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan sosial pada remaja awal." />

Detail Cantuman

Image of Intervensi Kecemasan Sosial (Social Anxiety) Pada Remaja Awal Menggunakan Pendekatan Implisit-Approach Avoidance task (AAT)

 

Intervensi Kecemasan Sosial (Social Anxiety) Pada Remaja Awal Menggunakan Pendekatan Implisit-Approach Avoidance task (AAT)


Penelitian ini berjudul "intervensi kecemasan sosial pada remaja awal
menggunakan pendekatan implisit-Approach-Avoidance Task (AAT)".

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700169155.5 apr i/R.19.87Perpustakaan Pusat (REF.19.87)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 apr i/R.19.87
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 141 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 apr i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul "intervensi kecemasan sosial pada remaja awal
    menggunakan pendekatan implisit-Approach-Avoidance Task (AAT)".
    Kecemasan sosial merupakan masalah psikologis yang cukup banyak dialami di
    dunia, salah satunya oleh orang Indonesia. Sekitar 15.8% dari populasi Indonesia
    mengalami kecemasan sosial. Penelitian yang terpublikasi terhadap intervensi
    kecemasan sosial di Indonesia masih sangat minim. Intervensi yang popular untuk
    menangani kecemasan sosial sampat saat ini adalah Cognitive- Behavioral
    Therapy (CBT). Terapi ini memberikan hasil yang relatif permanen dan bertahan
    lama. Namun, dalam terapi ini perlu adanya atensi dan pengetahuan yang spesifik
    dari pasien terhadap situasi yang ditakutinya. Teori dual-process models
    menyebutkan bahwa pada individu terjadi dua proses kognitif yang berbeda.
    Pertama, proses asosiatif, dimana proses ini terjadi terjadi berlangsung secara
    otomatis tanpa disadari. Proses ini dapat diukur dengan menggunakan pendekatan
    implisit. Kedua, proses rule-based, dimana proses ini berlangsung dengan kontrol
    kesadaran. Proses ini dapat diukur dengan menggunakan pendekatan eksplisit.
    Peneliti mencoba mengembangkan alternatif penanganan kecemasan sosial
    berdasarkan pendekatan implisit yang belum pernah dicobakan di Indonesia.

    Pelaksanaan intervensi implisit menggunakan re-training Approach ­
    Avoidance Task (AA T) dalam upaya membuat alternative intervensi pada proses
    kognisi yang bersifat asosiatif implisit pada individu dengan kecemasan sosial
    yang tinggi. Intervensi dilakukan pada remaja awal berusia 12-14 tahun yang
    tergolong high social anxiety (HSA) berdasar pengukuran skor takut (>27) pada
    LSAS. Intervensi dilakukan dengan menggunakan program software AAT yang
    dirancang menggunakan stimulus ekspresi emosi yang telah divalidasi. Partisipan
    dilatih untuk mendekati (approach) pada stimuli ekspresi emosi positif (senang)
    kemudian diukur menggunakan kuesioner LSAS sebelum, pada saat diberikan
    intervensi dan sesudah diberikan intervensi. Studi dilakukan dengan metode
    eksperimental, yakni Pretest-postest Control Group Design. Hasil pretest-posttest
    pada kelompok eksperimen dan kontrol dianalisa menggunakan Anova-Repeated
    Measurement. Analisa dilakukan untuk mengetabui pengaruh pemberian
    intervensi implisit melalui re-training AA T terhadap penurunan tingkat
    kecemasan sosial. Hasil analisis pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pada
    kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test
    denganpost-test (Sig = 0.000 < a. = 0.05, Ho ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa
    intervensi implisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap penurunan
    tingkat kecemasan sosial pada remaja awal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi