<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47535">
 <titleInfo>
  <title>Intervensi Kecemasan Sosial (Social Anxiety) Pada Remaja Awal Menggunakan Pendekatan Implisit-Approach Avoidance task (AAT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Apriyanti, Rizqi Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii, 141 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul &quot;intervensi kecemasan sosial pada remaja awal &#13;
menggunakan pendekatan implisit-Approach-Avoidance Task (AAT)&quot;. &#13;
Kecemasan sosial merupakan masalah psikologis yang cukup banyak dialami di &#13;
dunia, salah satunya oleh orang Indonesia. Sekitar 15.8% dari populasi Indonesia &#13;
mengalami kecemasan sosial. Penelitian yang terpublikasi terhadap intervensi &#13;
kecemasan sosial di Indonesia masih sangat minim. Intervensi yang popular untuk &#13;
menangani kecemasan sosial sampat saat ini adalah Cognitive- Behavioral &#13;
Therapy (CBT). Terapi ini memberikan hasil yang relatif permanen dan bertahan &#13;
lama. Namun, dalam terapi ini perlu adanya atensi dan pengetahuan yang spesifik &#13;
dari pasien terhadap situasi yang ditakutinya. Teori dual-process models &#13;
menyebutkan bahwa pada individu terjadi dua proses kognitif yang berbeda. &#13;
Pertama, proses asosiatif, dimana proses ini terjadi terjadi berlangsung secara &#13;
otomatis tanpa disadari. Proses ini dapat diukur dengan menggunakan pendekatan &#13;
implisit. Kedua, proses rule-based, dimana proses ini berlangsung dengan kontrol &#13;
kesadaran. Proses ini dapat diukur dengan menggunakan pendekatan eksplisit. &#13;
Peneliti mencoba mengembangkan alternatif penanganan kecemasan sosial &#13;
berdasarkan pendekatan implisit yang belum pernah dicobakan di Indonesia. &#13;
&#13;
Pelaksanaan intervensi implisit menggunakan re-training Approach ­ &#13;
Avoidance Task (AA T) dalam upaya membuat alternative intervensi pada proses &#13;
kognisi yang bersifat asosiatif implisit pada individu dengan kecemasan sosial &#13;
yang tinggi. Intervensi dilakukan pada remaja awal berusia 12-14 tahun yang &#13;
tergolong high social anxiety (HSA) berdasar pengukuran skor takut (&gt;27) pada &#13;
LSAS. Intervensi dilakukan dengan menggunakan program software AAT yang &#13;
dirancang menggunakan stimulus ekspresi emosi yang telah divalidasi. Partisipan &#13;
dilatih untuk mendekati (approach) pada stimuli ekspresi emosi positif (senang) &#13;
kemudian diukur menggunakan kuesioner LSAS sebelum, pada saat diberikan &#13;
intervensi dan sesudah diberikan intervensi. Studi dilakukan dengan metode &#13;
eksperimental, yakni Pretest-postest Control Group Design. Hasil pretest-posttest &#13;
pada kelompok eksperimen dan kontrol dianalisa menggunakan Anova-Repeated &#13;
Measurement. Analisa dilakukan untuk mengetabui pengaruh pemberian &#13;
intervensi implisit melalui re-training AA T terhadap penurunan tingkat &#13;
kecemasan sosial. Hasil analisis pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pada &#13;
kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test &#13;
denganpost-test (Sig = 0.000 &lt; a. = 0.05, Ho ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa &#13;
intervensi implisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap penurunan &#13;
tingkat kecemasan sosial pada remaja awal.</note>
 <note type="statement of responsibility">Apriyanti, Rizqi Amalia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kecemasan Sosial, Intervensi Implisit, Re-training</topic>
 </subject>
 <classification>155.5 apr i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.5 apr i/R.19.87</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700169</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.87)</sublocation>
    <shelfLocator>155.5 apr i/R.19.87</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47535</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:36:54</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-19 14:52:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>