Detail Cantuman

Image of Pengembangan Konsep Eco-Industri Park Di Kawasan Industri Gasing, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

 

Pengembangan Konsep Eco-Industri Park Di Kawasan Industri Gasing, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan


PENGEMBANGAN KONSEP BeO-INDUSTRIAL PARK

DI KA W ASAN INDUSTRI GASING, KABUPATEN BANYUASIN,
PROVINSI SUMA TERA SELATAN

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700059333.7 Nat P/R.25.89Perpustakaan Pusat (REF.89)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Nat P/R.25.89
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;138 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Nat P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGEMBANGAN KONSEP BeO-INDUSTRIAL PARK

    DI KA W ASAN INDUSTRI GASING, KABUPATEN BANYUASIN,
    PROVINSI SUMA TERA SELATAN

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep Eco-Industrial Park (EIP)
    yang tepat diterapkan di Kawasan Industri Gasing (KIG), Kabupaten Banyuasin,
    Sumatera Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan : evaluasi
    mengenai kondisi terkini di KIG (keadaan umum lokasi, sosial dan masyarakat di
    sekitar kawasan industri, industri yang ada dalam kawasan), serta evaluasi
    terhadap kesesuaian KIG untuk menuju konsep EIP. Cakupan aspek penelitian
    disinkronkan dengan dua aspek penting untuk pengembangan konsep EIP, yaitu
    prinsip-prinsip fundamental EIP, dan kriteria kecukupan EIP. Metode penelitian
    yang digunakan adalah kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif.
    Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis kondisi terkini kawasan industri,
    studi potensi dan kualitas limbah di kawasan industri, studi kesesuaian kawasan
    industri menuju konsep EIP, serta studi pola keterkaitan antar industri. Metode
    kuantitatif digunakan untuk mendapatkan jawaban dari kuesioner yang telah
    diberikan kepada informan kunci untuk Analisis Prospektif. Hasil Analisis
    Kesenjangan (Gap Analysis) menunjukkan bahwa masih banyak terdapat
    kekurangan KIG untuk dapat menjadi kawasan industri yang lebih berwawasan
    lingkungan. Dari ketiga indikator yang digunakan berdasarkan kriteria kecukupan
    EIP, masih diperlukan banyak perbaikan agar KIG dapat sepenuhnya menerapkan
    konsep EIP dalam pengembangannya. Berdasarkan hasil Analisis Prospektif,
    diperoleh lima faktor penentu untuk mengembangkan KIG ke arah yang lebih
    berwawasan lingkungan yaitu : pengintegrasian aktivitas industri dengan
    lingkungan, penerapan simbiosis mutualisme antar industri, pembangunan
    infrastruktur air, penerapan manajemen yang informatif, serta penerapan konsep
    green design dalam pembangunan infrastruktur. Pengembangan kawasan industri
    terpadu berwawasan lingkungan berdasarkan konsep EIP hanya dapat dilakukan
    jika ada kerjasama yang baik dan hubungan yang harmonis antar industri dalam
    kawasan, serta antara industri dengan pemerintah dan masyarakat lokal di sekitar
    kawasan industri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi