Analisa Water Footprint Budidaya Dan Pengolahan Kelapa Sawit (Studi Kasus : PTP Mitra Ogan Baturaja, Sumsel)
Ekspansi besar-besaran industri kelapa sawit di Indonesia telah memicu
permasalahan ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu masalah yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700397 333.7 Kos A/R.25.61 Perpustakaan Pusat (REF.61) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 Kos A/R.25.61Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xiv,;136 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 Kos ATipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Kospa, Herda Sabriyah Dara -
Ekspansi besar-besaran industri kelapa sawit di Indonesia telah memicu
permasalahan ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu masalah yang terkait
dengan hal tersebut adalah terjadinya defisit air. Hal ini terjadi karena tingginya
konsumsi penggunaan tanaman kelapa sawit dan terjadinya kompetisi di antara
pengguna air. Sehingga, menganalisis konsumsi air di sektor ini sangat penting
dalam merumuskan sumber daya air yang berkelanjutan. Salah satu metode yang
dapat digunakan sebagai alat untuk perampasan berkelanjutan sumber daya air
tawar adalah water footprint. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh
informasi tentang besaran nilai water footprint pada proses budidaya dan
pengolahan tanaman kelapa sawit oleh PTP Mitra Ogan dan untuk
memformulasikan strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nilai
water footprint pada produksi kelapa sawit berdasarkan best practise criteria.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif - kualitatif Data
diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi langsung, kajian literatur dan
dokumentasi perusahaan' Nilai water footprint kelapa sawit sebagai bahan baku selama
budidaya yang diproduksi oleh PTP Mitra Ogan adalah 980,9 m3/ton. Sedangkan water
footprint CPO yaitu 3.171,2 m3/ton dan kernel adalah 2.172,3 m3/ton. Strategi yang dapat
dilakukan dalam upaya mengurangi nilai water footprint pada produksi kelapa sawit
adalah dengan peningkatan produktivitas (basil panen) dan pemilihan waktu pembibitan
yang tepat, mela1ui penerapan Best Management Practice (BMP) pada tahap budidaya.
Sedangkan pada tahap pengolahan di pabrik dapat dilakukan dengan penerapan teknologi
bersih, pemanfaatan kembali atau recycle air, dan penggunaan steam accumulator.
Dengan kata lain, melalui aplikasi strategi pengurangan nilai dari setiap komponen water
footprint dapat dikurangi hingga 20%. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






