Studi Komparasi Implementasi Sertifikasi Hutan Rakyat Skema Sistem Verivikasi Legalitas Kayu (SVLK) Dan Forest Stewardhip Council (FSC)
STUDI KOMP ARASI IMPLEMENTASI SERTIFlKASI HUT AN RAKY AT
SKEMA SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KA VU (SVLK) DAN
, FOREST ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150700008 333.7 Pur S/R.25.108 Perpustakaan Pusat (REF.108) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 Pur S/R.25.108Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik viii,;134 hlm,;29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 Pur STipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Purwanto, Agus -
STUDI KOMP ARASI IMPLEMENTASI SERTIFlKASI HUT AN RAKY AT
SKEMA SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KA VU (SVLK) DAN
, FOREST STEWARDSHIP COUNCIL(FSC)
(Studi Kasus Di Desa Katongan dan Desa Kedung Keris Kecamatan Nglipar
Kabupaten Gunung Kidul)
ABSTRAK
Hutan rakyat merupakan salah satu altematif penting dalam pembangunan
kehutanan berkelanjutan, khususnya dalam rehabilitasi hutan dan lahan serta
peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Tantangan yang dihadapi
dalam pengembangan hutan rakyat ialah berkaitan dengan adanya issue global
warming dan ekolabel, yang mensyaratkan kayu-kayu bersertifikat sebagai
ketentuan untuk dapat masuk pasar kayu intemasional. Unit manajemen
pengelolaan hutan rakyat di Kabupaten Gunung Kidul, yang dikelola oleh
masyarakat setempat telah membuktikan bahwa rakyat telah mampu mengelola
hutan secara lestari dan mendapatkan sertifikat Ekolabel baik pada skema FSC
maupun SVLK.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis implementasi sertifikasi
hutan rakyat baik SVLK maupun FSC dalam pengelolaan hutan rakyat lestari; (2)
Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan petani tertarik mengikuti
sertifikasi FSC maupun SVLK; (3) Melihat dampak sosial, ekonomi dan
lingkungan dari pelaksanaan sertifikasi SVLK maupun FSC
Penelitian bersifat deskriptif yaitu dengan menceritakan implementasi
sertifikasi hutan rakyat FSC dan SVLK. Lokasi penelitian ditentukan secara
purposive yaitu di lokasi yang terdapat unit pengelolaan Hutan Rakyat
tersertifikasi FSC maupun SVLK. Populasi adalah kelompok tani Hutan
Rakyat sertifikasi di desa Kedung Keris dan desa Katongan Kecamatan Nglipar
Kabupaten Gunung Kidul. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
purposive Jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini adalah 58 orang
petani sertifikasi FSC dan 54 orang petani sertifikasi SVLK. Pengumpulan data
dilakukan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan November 2014. Data
sekunder dan data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara
mendalam dan observasi. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan
menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan darihutan rakyat
sertifikasi berkontribusi sebesar 60,5% dari total pendapatan petani.Faktor-faktor
yang menyebabkan petani tertarik ikut dalam program sertifikasi hutan baik
SVLK maupun FSC meliputi kesadaran lingkungan, harapan akan premium price
dan bantuan institusi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






