Detail Cantuman

Image of Pengaruh Produksi Biodiestal Hasil Pengolahan Minyak Goreng Bekas Terhadap Kualitas Air Di Kali Eretan Dan Penurunan Biaya BBM Perahu Nelayan

 

Pengaruh Produksi Biodiestal Hasil Pengolahan Minyak Goreng Bekas Terhadap Kualitas Air Di Kali Eretan Dan Penurunan Biaya BBM Perahu Nelayan


PENGARUH PRODUKSI BIODIESEL HASIL
PENGOLAHAN MINYAK GORENG BEKAS TERHADAP
KUALITAS AIR DI KALI ERETAN DAN PENURUNAN
BIA YA ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700036333.7 Muj P/R.25.83Perpustakaan Pusat (REF.84)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Muj P/R.25.83
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    64 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Muj P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGARUH PRODUKSI BIODIESEL HASIL
    PENGOLAHAN MINYAK GORENG BEKAS TERHADAP
    KUALITAS AIR DI KALI ERETAN DAN PENURUNAN
    BIA YA BBM PERAHU NELAY AN

    ABSTRAK

    Minyak goreng bekas yang diolah di kilang mini biodiesel di Desa Eretan
    Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabaupaten Indramayu adalah minyak goreng
    bekas yang dihasilkan dari aktifitas memasak di anjungan lepas pantai milik PT
    Pertamina Hulu Energi dengan kapasitas produksi kilang mini biodiesel tersebut
    adalah 200 liter per batch (setiap kali proses). Biodiesel yang dihasilkan
    digunakan sebagai campuran solar untuk perahu nelayan. Selain menghasilkan
    biodiesel dan gliserol, hasil pengolahan tersebut juga menghasilkan limbah cair
    berupa air sisa pencucian biodiesel. Lirnbah cair tersebut dibuang ke Kali Eretan.

    Tujuan penelitian ini mengkaji proses pengolahan biodiesel, dan mengkaji
    pengaruh limbah cair terhadap kuallitas air di Kali Eretan dan pengaruh
    penggunaan biodiesel terhadap penurunan biaya bahan bakar minyak untuk
    nelayan. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas air adalah dengan
    melakukan pengukuran parameter kualitas air di Laboratorium Pengendalian
    Kualitas Lingkungan PDAM Tirtawening Kota Bandung. Parameter kualitas air
    yang diukur adalah pH, BOD, COD dan kadar minyakllemak. Selain itu parameter
    kualitas ail: yang lain adalah TSS, TDS, fenol, nitrat, nitrit, dan air raksa. Alat
    yang digunakan untuk mengukur parameter kualitas air antara lain : pH meter,
    termometer, BOD meter, COD meter, TSS meter dan spektrofotometer. Hasil
    pengukuran menunjukkan bahwa kadar BOD dan COD sudah melebihi baku
    mutu, dengan kata lain berpotensi menimbulkan pencemaran. Namun untuk
    parameter yang lain masih pada kondisi aman. Berdasarkan hasil uji laboratorium,
    air sisa proses pembuatan Biodiesel mempunyai kadar BOD sebesar 580 mglL
    dan COD sebesar 1.725,94 mgIL yang berpotensi mencemari lingkungan. Jika
    dihitung dengan konsentrasi rata-rata aliran gabungan menghasilkan BOD5
    sebesar 97,78 mgIL dan 66,46 mgIL, sedangkan COD sebesar 291,15 mgIL dan
    197,75 mgIL.

    Pemanfaatan biodiesel terhadap penurunan biaya bahan bakar minyak
    untuk nelayan memberikan pengaruh terhadap penghematan. Rata-rata
    penghematan dengan penggunaan biodiesel setiap bulan untuk kapal < 5 GT
    adalah Rp 214.225,00 setara dengan 38,95 liter solar dan untuk kapal > 20 GT
    adalah Rp 357.500,00 setara dengan 65 liter solar.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi