<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47486">
 <titleInfo>
  <title>The Asean Non-Interference Princple :</title>
  <subTitle>Case Study of Thailand-Cambodia Border Dispute  (Kebijakan Non Intervensi Asean : Studi Kasus Sengketa Perbatasan Thailand-Kaboja</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Seng, Vanly</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>viii,;84 hlm,;29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kendala ASEAN secara kolektif meliputi lebih dari sekedar keengganan &#13;
organisasi untuk bergerak di luar norma-norma dan modal prinsip non-intervensi &#13;
dDn konsensus. Agendanya secara signifikan dipengaruhi oleh kondisi domestik ­ &#13;
negara dan non-negara, yang meskipun sering diakui, tetapi tidak diperhitungkan &#13;
memadai dalam perumusan baik harapan dan kritik dari ASEAN Namun, harapan &#13;
yang meningkat bahwa ASEAN memainkan peran yang lebih proaktif dalam &#13;
menangani masalah keamanan yang sensitifseperti sengketa antar negara-negara &#13;
anggota ASEAN, khususnya konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja. &#13;
Konflik tersebut telah memiliki konsekuensi besar bagi hubungan bilateral, serta &#13;
untuk reputasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang kedua &#13;
negara merupakan anggotanya. ASEAN awalnya menyatakan keprihatinan untuk &#13;
eskalasi cepat konflik yang mengancam perdamaian dan keamanan regional. &#13;
ASEAN mendesak untuk campur tangan dalam konflik. menawarkan untuk &#13;
memainkan peran mediator. Namun, tawaran ASEAN itu ditolak oleh Thailand yang &#13;
dianggap konflik ini sebagai urusan internal. Atas dasar ini, Thailand melewatkan &#13;
inisiatif ASEAN dan, yang lebih penting, menunjukkan ketidakpercayaan pada &#13;
mekanisme penyelesaian sengketa regional. Pada ASEAN, krisis meluncurkan &#13;
kerenuman, terutama dalam menjalankan otoritas atas anggotanya, serta &#13;
ketidakmampuan dalam mengelola sengketa regional. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan &#13;
explanatory dalam melakukan penelitian dan pengolahan data. Teknik wawancara &#13;
semi-terstruktur dan berbagai sumber dokumentasi digunakan untuk pengumpulan &#13;
data. &#13;
&#13;
Penelitian ini berusaha untuk mencari jawaban atas tiga pertanyaan &#13;
kunci: (1) Sampai sejauh mana Prinsip Non-Interfensi ASEAN dilaksanakan?; (2) &#13;
faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi tersebut?; dan (3) apa peran &#13;
ASEAN dalam menangani konflik? Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN &#13;
menghadapi dilema yang sulit dalam kasus sengketa perbatasan Thailand­ &#13;
Kamboja. Kebutuhan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ASEAN adalah &#13;
sebuah organisasi yang serius dan pemain kunei dalam politik regional, terutama &#13;
dalam menangani sengketa teritorial di wilayah tersebut, berbenturan dengan &#13;
kebutuhan ASEAN untuk mempertahankan wilayah status quo dengan tampil &#13;
mendukung keinginan pribadi negara anggota untuk melindungi kedaulatan &#13;
nasional mereka dengan mengorbankan perkembangan regionalisasi. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Seng, Vanly</note>
 <classification>327 Sen t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>327 Sen t/R.17.105</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700242</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.105)</sublocation>
    <shelfLocator>327 Sen t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47486</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:36:53</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-18 10:45:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>