Detail Cantuman

Image of Gender dan Adaptasi Antarhudaya di Keluarga Perkawinan Cam pur 
(Studi Kasus pad a Keluarga Perkawinan Campur Laki-laki Tionghoa 

dan Perempuan Sunda di Kelurahan Cibadak, Bandung, Jawa Barat) 

Gender and Cross-CuituralAdaptation in Interethnic Marriage Families 
(Case Study of Interethnic Marriage Families between 

Chinese Husbands and Sundanese Wives in Cibadak, Bandung, West Jawa)

 

Gender dan Adaptasi Antarhudaya di Keluarga Perkawinan Cam pur (Studi Kasus pad a Keluarga Perkawinan Campur Laki-laki Tionghoa dan Perempuan Sunda di Kelurahan Cibadak, Bandung, Jawa Barat) Gender and Cross-CuituralAdaptation in Interethnic Marriage Families (Case Study of Interethnic Marriage Families between Chinese Husbands and Sundanese Wives in Cibadak, Bandung, West Jawa)


Tesis ini, adalah tentang Gender dan Adaptasi Antarbudaya di Keluarga
Perkawinan Campur sebuah Studi Kasus pada Keluarga Perkawinan Campur ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    00050700266301 xia gPerpustakaan Pusat (REF.17.16)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 xia g/R.17.16
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 126 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 xia g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini, adalah tentang Gender dan Adaptasi Antarbudaya di Keluarga
    Perkawinan Campur sebuah Studi Kasus pada Keluarga Perkawinan Campur
    Laki-laki Tionghoa dan Perempuan Sunda. Penelitian ini dilaksanakan di
    Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi gender dan adaptasi
    antarbudaya para anggota dalam keluarga perkawinan yang kedua orang tuanya
    memiliki perbedaan latar belakang etnis dan budaya. Melalui penelitian ini,
    penulis ingin memahami bagaimana anggota dalam keluarga perkawinan campur
    dapat beradaptasi antara dua macam latar belakang kebudayaan dalam keluarga
    dan dalam masyarakat yang lebih luas dari perspektif Antropologi. Kemudian,
    penulis juga ingin mempelajari peran gender antara anggota keluarga perempuan
    dan laki-laki, untuk menjelaskan bagaimana pengaruh budaya yang berbeda
    mempengaruhi peran tersebut dalam kehidupan keluarga. Perkawinan campur
    antara laki-laki Sunda dan perempuan Tionghoa jarang terjadi, bahkan dalam
    studi area tidak ditemukan, karena perempuan Tionghoa harus menikah dengan
    laki-laki yang kelas ekonominya lebih tinggi dan pernikahan yang telah diatur
    oleh keluarga.

    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
    kualitatif. Data diperoleh melalui observasi non-partisipatif dan wawancara
    mendalam yang dilakukan di lapangan terhadap tujuh belas informan.

    Dari hasil penelitian terungkap bahwa: 1) perkawinan campur yang berada di
    Kelurahan Cibadak, kebanyakan antara laki-laki Tionghoa keturunan kedua atau
    ketiga dengan perempuan Sunda; 2) adaptasi antarbudaya dalam keluarga
    perkawinan campur paling tampak pada masalah pendidikan anak-anak; 3)
    pengaruh kebudayaan untuk anggota-anggota keluarga perkawinan campur
    berbeda-beda, yang paling kuat adalah pengaruh dari kebudayaan Sunda; 4)
    identitas etnis anggota keluarga perkawinan campur dipengaruhi oleh latar
    belakang agama. Hal ini terlihat dari suami Tionghoa yang semula beragama
    Kristen, memilih beragama Islam dan anak-anaknya juga mengikuti agama kedua
    orang tuanya yaitu Islam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas etnis
    Sunda lebih dominan daripada identitas etnis Tionghoa. Sebaliknya terjadi pada
    yang memilih memeluk agama Kristen, pada keluarga ini, identitas etnis Tionghoa
    lebih kuat daripada identitas etnis Sunda.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi