Pendekatan Total Cuality Management Dalam Meningkatkan Kinerja Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung Pada Pelaksanaan Awal Sistem Jaminan Sosial Nasional 2014
RS Bhayangkara Sartika Asih (RSBSA) rumah sakit kepemilikan POLRI mengalami
beberapa perubahan dalam hal kegiatan operasionalnya sejalan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700419 362.106 8 Ism P Perpustakaan Pusat (REF.12.92) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.106 8 Ism P/R.12.92Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik vi, 141 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.106 8Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ayunda Raisha Ismand -
RS Bhayangkara Sartika Asih (RSBSA) rumah sakit kepemilikan POLRI mengalami
beberapa perubahan dalam hal kegiatan operasionalnya sejalan dengan perubahan
peraturan di Indonesia yaitu sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Pada awal
. pelaksanaan SJSN ini banyak sekali permasalahan dan keluhan yang timbul baik dari
konsumen internal maupun ekstemal serta kinerja pelayanan di RSBSA selama 8
tahun selalu dibawah standar kinerja. Diharapkan pendekatan total quality
management (TQM) ini dapat menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan yang
muncul pada pelaksanaan SJSN dan meningkatkan kinerja rumah sakit. Sebanyak
275 kuisioner disebarkan kepada karyawan RSBSA untuk menilai pengaruh TQM
terhadap kinerja pelayanan rumah sakit. Pengujian hipotesis menggunakan Structural
equation model dengan software Amos 18 mendapatkan hasil sebagai berikut bahwa
implementasi TQM berpengaruh terhadap kinerja rumah sakit dengan loading factor
0,45 dengan faktor yang paling me mpengaruhi adalah manajamen surnber daya
manusia sebesar 0,744. Implementasi TQM yang terdiri dari perbaikan berkelanjutan
terlaksana dengan sangat baik (85%) di RSBSA, untuk variabel lainnya yaitu
manajemen surnber daya manusia, kepemimpinan, orientasi pada konsurnen,
keterlibatan supplier dan pengukuran kinerja telah terlaksana dengan baik. Namun
pada penelitian ini kinerja RS pada awal pelaksanaan SJSN masih dibawah standar
kinerja yaitu pada indikator bed occupancy rate (48%), average length of stay (3hari)
dan turn over interval (4 hari). Dengan demikian implemetasi TQM memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rumah sakit dan fokus terhadap
manajemen sumber daya manusia menjadi langkah awal untuk memperbaiki kinerja
RSBSA.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






