Pengaruh Kualitas Pelaksanaan Informed Consent Oleh Dokter Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat (IDGD) Bagian Bedah Rumah Sakit Umum Pusat DR. Hasan Sadikin Bandung
Salah satu proses komunikasi dokter-pasien dalam pelayanan adalah informed
consent. Informed consent merupakan suatu pemyataan setuju dari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700310 362.106 8 Faj p Perpustakaan Pusat (REF.12.88) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.106 8 Faj p/R.12.88Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xiii, 168 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.106 8Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Fajri Ari Fuad -
Salah satu proses komunikasi dokter-pasien dalam pelayanan adalah informed
consent. Informed consent merupakan suatu pemyataan setuju dari pihak pasien secara
bebas atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter terhadap tubuhnya setelah mendapat
informasi dan dimengerti oleh pasien. Informed Consent terdiri dari 2 bentuk, yaitu lisan
(oral) dan tertulis. Kegiatan informed consent wajib didokumentasikan pada kasus yang
beresiko tinggi. 3 dimensi pelaksanaan Informed Consent yang berkualitas yaitu banyak
materi informasi yang diberikan oleh dokter, tingkat pemahaman pasien, dan teknis
pelaksanaan pendukung. Penelitian ini dilakukan di IGD Bagian Bedah RS Hasan Sadikin
dengan sampel 100 responden dengan penyebaran kuesioner dan pengolahan data
menggunakan analisis regresi linier berganda. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu secara
keseluruhan pada variabel X terdapat kesenjangan harapan dengan kenyataan dan tingkat
kepuasan dalam kategori kurang puas. Faktor pelaksanaan Informed Consent berpengaruh
41.2% terhadap kepuasan pasien. Hasil uji f terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel independen-dependen. Hasil uji t menyatakan masing-masing variabel X secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (Y)~ dimana (Xi) banyak
informasi berpengaruh 14.5%, tingkat pemahaman pasien (X2) 43,2%, dan teknis
pelaksanaan (X3) sebanyak 19.8%. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






