Detail Cantuman

Image of Pengaruh Aktivitas Shalat Lima Waktu Secara Khusyu Terhadap fatigue Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Di Poli Kemoterapi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran

 

Pengaruh Aktivitas Shalat Lima Waktu Secara Khusyu Terhadap fatigue Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Di Poli Kemoterapi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran


Prevalensi keluhan fatigue pada pasien kanker payudara selama menjalani
kemoterapi masih tinggi sebanyak 70 %. Fatigue tidak hanya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700152610.73 Ais P/R.22.41Perpustakaan Pusat (REF.42)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Ais P/R.22.41
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 84 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Ais P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi keluhan fatigue pada pasien kanker payudara selama menjalani
    kemoterapi masih tinggi sebanyak 70 %. Fatigue tidak hanya menyebabkan
    keterbatasan fisik tetapi berdampak terhadap penurunan kualitas hidup apabila
    tidak diatasi. Olahraga berpotensi memperbaiki kualitas hidup pada pasien kanker
    payudara yang mengalamifatigue. Aktivitas shalat lima waktu mengandung unsur
    pergerakan sendi dan meditasi spiritual yang memberikan manfaat hampir sama
    dengan latihan fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh terapi
    aktivitas shalat lima waktu terhadap fatigue pada pasien kanker payudara selama
    menjalani kemoterapi di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran.

    Metode penelitian adalah quasi experiment pre-post test one design. Tehnik
    pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang terdiri dari 30 orang
    responden yang menggunakan kemoterapi golongan F AC (Fluorouacil­
    doxorubicin dan cyclosphosphamid). Kelompok intervensi diberikan terapi
    aktivitas shalat selama 3 minggu setelah melaksanakan kemoterapi. Skor fatigue
    diukur menggunakan skala FACIT-Fatigue pada saat sebelum diberikan intervensi
    pada hari ke-l post kemoterapi pertemuan pertama dan setelah diberikan
    intervensi pada hari ke-l post kemoterapi selanjutnya. Perbedaan nilaifatigue pre
    dan post test diuji dengan uji T berpasangan. Pengaruh variabel confounding
    terhadap fatigue setelah diberikan intervensi dianalisa secara bivariat. Uji
    multivariat regresi linier tidak dapat dilakukan karena tidak memenuhi persyaratan
    uji linier.

    Hasil penelitian membuktikan bahwa terapi aktivitas shalat dapat dijadikan
    sebagai pengganti latihan fisik yang berperan dalam mengurangi keluhan fatigue
    (nilai p=0,004). Status marital, stadium, po la adaptasi dan skala kekhusyuan
    merupakan faktor yang mempengaruhi keluhan fatigue. Temuan ini memberikan
    masukan terhadap pelayanan keperawatan bahwa terapi aktivitas shalat dapat
    dijadikan pilihan aktivitas fisik bagi pasien kanker payudara dalam mengatasi
    fatigue se lama menjalani kemoterapi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi