Pengalaman Pasien Yang Pernah Terpasang Ventilator Di tuang GICU (General Intensive care Unit) Rumah Sakit Wilayah Jawa Barat
Jumlah pasien kritis yang terpasang ventilator menempati dua per tiga dari
seluruh pasien ICU di Indonesia. Kondisi kritis dengan terpasang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150700135 610.73 Bas P/R.22.61 Perpustakaan Pusat (REF.61) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Bas P/R.22.61Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xiii, 93 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Bas PTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Bastian, Yani Annisa F -
Jumlah pasien kritis yang terpasang ventilator menempati dua per tiga dari
seluruh pasien ICU di Indonesia. Kondisi kritis dengan terpasang ventilator akan
menimbulkan masalah fisik, psikososial dan spiritual. Tenaga kesehatan terutama
perawat perlu memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien ICU yang
terpasang ventilator secara menyeluruh. Penelitian kualitatif terhadap pasien yang
terpasang ventilator sangat diperlukan sebagai upaya untuk mengeksplor secara
mendalam pengalaman hidup pasien selama terpasang ventilator dan menemukan
new insight, sehingga dapat menambah pengetahuan perawat dalam upaya
meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien di ruang
tcu
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 6
partisipan yang terdiri dari 2 laki-Iaki dan 4 perempuan, usia antara 27-54 tahun.
Dengan lamanya terpasang ventilator antara 4 sampai dengan 27 hari dan
mendapatkan sedasi yang minimal. Analisis hasil wawancara menggunakan
metode Colaizzi.
Ada 8 tema yang didapatkan dari pengalaman hidup pasien selama
terpasang ventilator: Hilangnya harapan dalam menjalani hidup, merasa telah
diambang kematian, prosedur suction yang dilematis - antara nyaman dan
tidaknyaman, kehadiran orang terkasih sebagai spirit dalam melanjutkan hidup,
memandang penyakit sebagai rencana dari Tuhan, memandang rendah citra diri,
pentingnya fasilitator dalam menjalani ritual keagamaan serta keinginan untuk
dirawat oleh tenaga kesehatan yang terampil.
Individu yang hidup selama terpasang ventilator mengalami dilemma
dengan prosedur suction, memiliki citra diri yang rendah, membutuhkan fasilitator
dalam pemenuhan kebutuhan spiritual serta keinginan untuk dirawat oleh tenaga
kesehatan yang terampil. Berkaitan dengan hal tersebut, pasien yang terpasang
ventilator membutuhkan dukungan, pendampingan dan kemampuan yang terampil
dari petugas kesehatan terutama dari perawat. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






