Detail Cantuman

Image of Flavonoid Dari Sarang Semut (Myrmecodia pendans) Dan Aktivitas Anti Bakteri Terhadap Enterococcus faecalis

 

Flavonoid Dari Sarang Semut (Myrmecodia pendans) Dan Aktivitas Anti Bakteri Terhadap Enterococcus faecalis


Infeksi mikroorganisme mendominasi penyakit pada manusia, salah satunya
infeksi mulut dan gigi. Enterococcus faecalis dikenal sebagai bakteri ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    007013547 Apr F/.14.163Perpustakaan Pusat (REF.14.163)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    547 Apr F/.14.163
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;116 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    547 Apr F
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Infeksi mikroorganisme mendominasi penyakit pada manusia, salah satunya
    infeksi mulut dan gigi. Enterococcus faecalis dikenal sebagai bakteri penyebab
    infeksi saluran akar gigi. Infeksi gigi ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih
    berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Sarang semut (Myrmecodia pendans)
    banyak digunakan oleh masyarakat di Papua Barat sebagai ramuan berkhasiat
    untuk terapi berbagai penyakit. Tumbuhan epifit ini berpotensi dikembangkan
    dalam obat-obatan herbal modern. Oleh karena itu, pencarian suatu senyawa
    bioaktif dari bahan alam yang dapat menjadi agen antibakteri khususnya terhadap
    E. faecalis sangat berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengisolasi dan menguji flavonoid dari M pendans terhadap E. faecalis dengan
    menggunakan klorheksidin sebagai standar antibakteri. Penelitian ini dibagi
    menjadi dua tahap: tahap pertama adalah isolasi flavonoid dari M pendans
    dengan berbagai teknik pemisahan dan pemurnian serta karakterisasi
    menggunakan spektroskopi ultraviolet, inframerah, Nuclear Magnetic Resonance
    dan massa. Selanjutnya pengujian aktivitas antibakteri dengan metode mikro
    dilusi dengan menggunakan spekrofotometer pada alat ELISA reader (Enzyme
    Linked-lmmunoabsorbant Assay). Estrak etil asetat M pendans dipisahkan
    menggunakan kombinasi teknik kromatografi kolom (fasa normal dan terbalik)
    sehingga mendapatkan senyawa 1, 2, 3 dan 4. Uji keaktifan keempat senyawa

    . terhadap bakteri E. faecalis dilakukan dengan metode mikro dilusi. Hasil uji
    diketahui nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa 2, 3, dan 4,
    masing-masing adalah 625 ppm; 625 ppm dan 2500 ppm. Senyawa 1 belum
    diketahui nilai KHMnya. Aktivitas keempat senyawa ini lebih rendah
    dibandingkan klorheksidin (KHM 1,95 ppm).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi