Detail Cantuman

Image of Metabolit Sekunder Dari Fraksi Etil Asetat Daun Ki Encok (Plumbago zeynalica L.) Dan Aktivitasnya Terhadap Streptococcus mutans DFan Streptococcus sanguinis

 

Metabolit Sekunder Dari Fraksi Etil Asetat Daun Ki Encok (Plumbago zeynalica L.) Dan Aktivitasnya Terhadap Streptococcus mutans DFan Streptococcus sanguinis


Tumbuhan Plumbago zeynalica L. termasuk ke dalarn famili Plumbaginaceae
yang tersebar sebagai gulma di seluruh negara-negara tropis dan sub ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700311547 Sur M/R.14.174Perpustakaan Pusat (REF.14.174)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    547 Sur M/R.14.174
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,; 73 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    547 Sur M
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tumbuhan Plumbago zeynalica L. termasuk ke dalarn famili Plumbaginaceae
    yang tersebar sebagai gulma di seluruh negara-negara tropis dan sub tropis.
    Tumhuhan P. zeynalica L. secara etnofarmako\ogi digunakan sebagai antitumor,
    antioksidan, antimikroba, antikanker, penyembuh luka dan antiinflarnasi.
    Metabolit sekunder dari daun P.zeynalica L. belum banyak dilaporkan struktur
    kimia dan pemanfaatannya sebagai antibakteri terutarna bakteri Streptococcus
    mutans dan Sisanguinis. Bakteri tersebut adalah bakteri penyebab dental plak.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi metaoolit sekunder dari fraksi etil
    asetat P. zeynalica L. dengan tahapan kerja meliputi isolasi, penentuan struktur
    kimia, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode Kirby-Bauer. Daun kering (2,7
    kg) dimaserasi dengan metanol, n-heksana dan etil asetat, diperoleh ekstrak
    metanol pekat (235 g), ekstrak n-heksana (112,46 g) dan ekstrak etil asetat
    (15,21 g). Hasil pemisahan dan pemumian dari ekstrak etil asetat diperoleh tiga
    senyawa (1-3), yaitu senyawa 1 (4 mg) berbentuk kristal jarum tak berwama,
    senyawa 2 (12 mg) berbentuk padatan putih, dan senyawa 3 (8,6 mg) berbentuk
    minyak berwama kuning. Struktur kimia senyawa 1, 2 dan 3 diidentifikasi
    berdasarkan data spektroskopi sebagai ~-sitosterol (1), dioktil ftalat (2), dan
    dfuidrokaemfeml-3-0-ramnosida (3). Senyawa 1, 2 dan 3 pada konsentrasi 500
    dan 1000 ppm tidak menunjukkan aktivitas terhadap S mutans dan S. sanguinis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi