<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47446">
 <titleInfo>
  <title>Implikasi EkonomiPada Sektor Pertanian Akibat Kenaikan Muka Air Laut Di Pesisir Kabupaten Subang</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kalther, Jimy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;84 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>IMPLIKASI EKONOMI &#13;
&#13;
KENAIKAN MUKA AIR LAUT PADA SEKTOR PERTANIAN &#13;
DI PESISIR KABUPATEN SUBANG &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Perubahan iklim merupakan ancaman yang serius bagi daerah pesisir &#13;
dengan elevasi rendah terutama kareria fenomena kenaikan muka air laut. Hal &#13;
tersebut akan menimbulkan peningkatan frekuensi terjadinya bencana seperti badai, &#13;
banjir, intrusi air laut, dan lain-lain. Banyak aktivitas manusia yang akan terkena &#13;
dampak, termasuk aktivitas pada sektor pertanian. Beberapa wilayah pesisir &#13;
Indonesia rentan terhadap kenaikan muka air laut padahal aktifitas sosial &#13;
masyarakat berpusat pada daerah tersebut. Subang, merupakan salah satu daerah &#13;
yang paling rentan terkena dampak kenaikan muka air laut di Indonesia, dimana &#13;
sebagian besar wilayh pesisirnya digunakan sebagai lahan pertanian. Tiga puluh &#13;
tujuh persen dari PDRB Kabupaten Subang disumbangkan oleh sektor pertanian. &#13;
Oleh karena itu, sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting di Kabupaten &#13;
Subang. Penelitian ini membahas mengenai dampak ekonomi kenaikan muka air &#13;
laut pada sektor pertanian di Pesisir Kabupaten Subang dikarenakan perendaman &#13;
lahan pertanian di Pesisir Kabupaten Subang. Daerah yang akan terendam jika &#13;
muka air laut naik sebesar 0,4 m; 0,6 m; dan 0,8 m (berdasarkan skenario IPee dan &#13;
trendkenaikan muka air laut regional di Subang) diperkirakan mengunakan teknik &#13;
Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data Digital Elevation &#13;
Model (DEM) dan menumpang-susunkannya dengan peta penutupan lahan di &#13;
Kabupaten Subang. &#13;
&#13;
Hasil permodelan GIS menunjukkan bahwa lahan pertanian yang akan &#13;
terkena dampak kenaikan muka air laut dengan skenario minimum adalah 1.418,97 &#13;
hektar, 1.503,81 hektar (skenario normal), dan l.722,44 (skenario maksimum). &#13;
Lahan tambak yang akan terendam akibat kenaikan muka air laut di Pesisir &#13;
Kabupaten Subang adalah 4,829.71 hektar (skenario minimum), 4,906.66 hektar &#13;
(skenario normal), and 5,106.49 hektar (skenario maksimum). Perkiraan kerugian &#13;
ekonomi akibat kenaikan muka air laut yang terasosiasi dengan lahan tersebut &#13;
adalah Rp. 3,466 trilyun pada skenario minimum, Rp. 3,472 trilyun pada skenario &#13;
rata-rata, dan Rp. 3,818 trilyun pada skenario maksimum. Nilai tersebut didapatkan &#13;
dari nilai ekonomi kehilangan lahan, kehilangan produksi, kehilangan infrastruktur, &#13;
kehilangan pendapatan petani, dan kehilangan layanan ekosistem. &#13;
&#13;
Untuk mencegah kerugian tersebut, beberapa kemungkinan pendekatan &#13;
adaptasi dapat dilakukan. Opsi terse but adalah perlindungan (dengan membangun &#13;
dikes yang dapat menahan masuknya air laut ke wilayah pesisir), akomodasi &#13;
(dengan mengubah lahan pertanian sawah menjadi lahan tambak udang atau &#13;
menanam varietas padi yang tahan terhadap salinitas), serta menghindar (dengan &#13;
melakukan relokasi warga). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Kalther, Jimy</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pertanian, Kerugian ekonomi, Perikanan, Permodelan</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Kal I</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Kal I/R.25.59</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700223</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.59)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Kal I/R.25.59</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47446</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:36:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-21 10:00:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>