Detail Cantuman

Image of Dampak Sosial Ahli Fungsi Lahan MangroveDi Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung puraKabupaten Langkat, Sumatera Utara

 

Dampak Sosial Ahli Fungsi Lahan MangroveDi Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung puraKabupaten Langkat, Sumatera Utara


DAMPAK SOSIAL ALIH FUNGSI LAHAN MANGROVE
DI DESA TAPAK KUDA, KECAMATAN TANJUNG PURA,
KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700216333.72 Ham D/R.25.176Perpustakaan Pusat (REF.176)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.72 Ham D/R.25.176
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;155 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.72 Ham D
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • DAMPAK SOSIAL ALIH FUNGSI LAHAN MANGROVE
    DI DESA TAPAK KUDA, KECAMATAN TANJUNG PURA,
    KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA

    ABSTRAK

    Ekosistem mangrove merupakan bagian penting dari lingkungan
    pesisir. Di samping fungsi ekologis bagi keseimbangan lingkungan,
    mangrove juga memiliki fungsi sosial ekonomi bagi penduduk yakni
    sebagai salah satu sumber mata pencaharian dan penyedia layanan
    ekosistem. Saat ini salah satu pennasalahan yang terdapat hampir di seluruh
    wilayah pesisir di Indonesia adalah degradasi luasan mangrove. Di wilayah
    pesisir Kabupaten Langkat tepatnya di Desa Tapak Kuda juga mengalami
    hal yang sama. Dalam 15 tahun terakhir diketahui terjadi penurunan luas
    mangrove yang cukup tinggi. Salah satunya disebabkan oleh alih fungsi
    lahan mangrove menjadi tambak.

    Keberadaan ekosistem mangrove berkaitan dengan kehidupan sosial
    ekonomi masyarakat, sehingga penurunan luasan mangrove menyebabkan
    berubahnya kondisi lingkungan dan juga kehidupan sosial masyarakat.
    Penelitian pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Tapak Kuda Langkat
    bertujuan untuk mengetahui dampak sosial alih fungsi lahan mangrove dan
    menggambarkan bentuk pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan
    di Desa Tapak Kuda. Metode penelitian menggunakan kualitatif-kuantitatif
    dengan sampel 81 KK melalui teknik Probability Sampling Jenis
    propotionate random sampling.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan mangrove
    membawa dampak sosial pada kehidupan penduduk. Perubahan pada jenis
    pekerjaan masyarakat yaitu nelayan jumlahnya mengalami penurunan 24%,
    petani ladang persentasenya naik 19% dan petani tambak juga naik 10%.
    Terkait kondisi pendapatan masyarakat, 24% masyarakat merasakan
    pendapatan stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, 43%
    masyarakat merasakan pendapatan naik namun tidak cukup memenuhi
    kebutuhan keluarga dan 33% pendapatan turun sehingga kondisi kebutuhan
    keluarga tidak tercukupi. Kondisi tingkat pendidikan masyarakat mengalami
    peningkatan yaitu tamat SD persentasenya naik 7%, SMP naik 21 %, dan
    SMA naik 16%. Mengenai kondisi penggunaan SDA, hanya 35% potensi
    sumber daya alam yang dapat dikelola oleh masyarakat. Pola pemanfaatan
    lahan masyarakat adalah tambak 10%, ladang 30%, daerah mencari ikan
    20% dan daerah konservasi 40%. Trend menunjukkan kecenderungan
    negatif pada alih fungsi lahan. Uji T hasilnya membuktikan "terdapat
    perbedaan keadaan sebelum dan susedah alih fungsi lahan mangrove".
    Pengelolaan kawasan mangrove melalui rehabilitasi berbasisi masyarakat di
    Desa Tapak Kuda belum cukup berhasil memperbaiki keadaan kawasan
    mangrove di Desa Tapa Kuda ..
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi