Detail Cantuman

Image of Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Luka Tekan Pada Pasien Yang Dirawat  Di Ruang Intensif RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung

 

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Luka Tekan Pada Pasien Yang Dirawat Di Ruang Intensif RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung


Kejadian luka tekan yang terns terjadi, menjadi masalah kesehatan yang
hams segera ditangani karena akan meningkatkan angka morbiditas dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700079610.73 Muc A/R.22.147Perpustakaan Pusat (REF.147)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Muc A/R.22.147
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;90 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Muc A/R.22.147
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kejadian luka tekan yang terns terjadi, menjadi masalah kesehatan yang
    hams segera ditangani karena akan meningkatkan angka morbiditas dan
    mortalitas, Pencegahan dan perawatan pada pasien yang berisiko tinggi terjadinya
    luka tekan harus menjadi prioritas pelayanan keperawatan terutama untuk pasien
    di ruang perawatan intensif. Banyak faktor yang terkait dengan pemieul penyebab
    terjadinya luka tekan yang diketahui dari berbagai jurnal, tetapi belum banyak
    penelitian terkait hubungan faktor mobilisasi, albumin dan lama rawat di ruang
    intensif dengan kejadian luka tekan di ruang perawatan intensif.

    Penelitian cross sectional ini melibatkan 28 responden yang dirawat di tiga
    ruang perawatan intensif RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, yaitu General
    Intensive Care Unit (GICU), Cardiac Intensive Care Unit (CICU) dan
    Neurosurgical Intensive Care Unit (NCeD). Selama penelitian terdapat
    penambahan faktor yang berhubungan dengan penelitian, sehingga variabel dalam
    penelitian ini terdiri atas usia, mobilisasi, albumin, lama rawat di ruang intensif,
    penggunaan ventilator dan kejadian luka tekan. Data yang didapat
    didokumentasikan dan dianalisis seeara univariabel, bivariabel dan multivariabel.

    Hasil menunjukkan bahwa umumnya pasien yang dirawat di ruang intensif
    memiliki usia < 60 tahun, mobilisasi aktifl tidak risiko luka tekan, albumin yang
    normal! tidak risiko luka tekan, lama rawat yang kurang dari 7 (tujuh) hari dan
    tidak menggunakan ventilator untukjangka waktu yang lebih dari 7 hari. Hasil uji
    chi=square menunjukkan hubungan yang bermakna antara mobilisasi, albumin
    dan lama rawat dengan kejadian luka tekan, dimana masing-masing mempunyai
    nilai p = 0.011, 0.17 dan 0.037. Hasil uji multivariat regresi logistik ganda
    terhadap ke-5 variabel, menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan
    dengan luka tekan adalah lama rawat, mobilisasi dan lama rawat.

    Faktor lama rawat di ruang intensif, mobilisasi yang pasif dan nilai
    albumin yang rendah dimiliki oleh semua responden yang mengalami luka tekan.
    Pasien yang dirawat di ruang intensif untuk jangka waktu yang lama, hams
    menjadi perhatian tenaga kesehatan! perawat terutama untuk mobilisasi dan nilai
    albuminnya. Mobilisasi yang dilakukan dengan prosedur yang benar, motivasi
    perawat untuk melakukan mobilisasi seeara berkelanjutan serta pemantauan
    terhadap nilai albumin merupakan salah satu kunci utama untuk mencegah luka
    tekan pada pasien yang dirawat di ruang intensif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi