Detail Cantuman

Image of Stabilisasi TGF-B1 (Transforming Growth Factor-Beta 1) , EGF (Epidermal Growth Factor) Dan Vitamin A Pada Tetes Mata Serum Otologus Dalam Sediaan Serbuk Beku Kering Menggunakan Lioprotektan Sukrosa

 

Stabilisasi TGF-B1 (Transforming Growth Factor-Beta 1) , EGF (Epidermal Growth Factor) Dan Vitamin A Pada Tetes Mata Serum Otologus Dalam Sediaan Serbuk Beku Kering Menggunakan Lioprotektan Sukrosa


Tetes mata serum otologus dipergunakan untuk kelainan permukaan bola
mata yang berat dan menahun sehingga harus tersedia dalam jangka ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700037572 Ind SPerpustakaan Pusat (REF.14.178)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Ind S/R.14.178
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;74 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572 Ind S
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tetes mata serum otologus dipergunakan untuk kelainan permukaan bola
    mata yang berat dan menahun sehingga harus tersedia dalam jangka panjang,
    namun stabilitas sediaan tersebut hanya dapat bertahan satu bulan. Teknik
    liofilisasi menggunakan Iioprotektan sukrosa dapat menghasilkan serbuk beku
    kering yang akan meningkatkan stabilitas komponen protein yang terkandung
    didalamnya yaitu: EGF , TGF-~, JgA, Vitamin A, fibronektin, dan sitokin. Tujuan
    penelitian ini adalah untuk mengukur stabilitas TGF -~ 1, EGF, vitamin A,
    osmolalitas dan pH pada serum otologus dalam sediaan serbuk beku kering
    denganpenambahan sukrosa pada variasi suhu (suhu ruang, 4°C dan -20oC)
    selama 6 bulan. Penelitian dilakukan dari bulan Juni-2013 sampai Juni 2014.
    Tempat penelitian laboratorium. penelitian jurusan kimia FMIPA Universitas
    Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan studi komparatif dan .uji non klinis, sampeI
    darah 100 mL diambil dari tiga donor. Perlakuan terhadap serum ditambahkan
    sukrosa 60 mM sete1ah itu dilakukan proses liofilisasi. Serum hasil liofilisasi
    disimpan dalam suhu ruang, 4°C dan -20°C, selama 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan
    ditentukan kadar TGF -~ 1 dan EGF, menggunakan metode ELISA dan vitamin A
    dengan metode HPLC serta osmolalitas dan pH. Analisis data dengan software
    ANOVA MINITAB 15. Hasil penelitian serum. otologus dalam sediaan serbuk
    kering dengan penambahan lioprtektan sukrosa, menunjukan faktor suhu simpan
    berpengaruh terhadap penurunan kadar TGF -~ 1 dan EGF signifikan pada suhu
    ruang dengan nilai p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi