Detail Cantuman

Image of Pengaruh Terapi Minum Air Putih Terhadap Dehidrasi Pada Lanjut Usia Di  Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung

 

Pengaruh Terapi Minum Air Putih Terhadap Dehidrasi Pada Lanjut Usia Di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung


Dehidrasi merupakan kehilangan air atau cairan dari tubuh melebihi
asupan. Semakin bertambahnya usia maka terjadi pula perubahan pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700407610.73 Dha P/R.22.70Perpustakaan Pusat (REF.70)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Dha P/R.22.70
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 86 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Dha P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dehidrasi merupakan kehilangan air atau cairan dari tubuh melebihi
    asupan. Semakin bertambahnya usia maka terjadi pula perubahan pada komposisi
    tubuh karena proses menua menyebabkan berkurangnya cairan total tubuh, terjadi
    penurunan faal berbagai organ atau sistem organ. Tujuan penelitian adalah untuk
    menganalisis pengaruh terapi minum air putih terhadap dehidrasi pada lanjut usia
    di BPSTW Ciparay Bandung.

    Terapi minum air putih yang digunakan adalah pemberian minum air putih
    sebanyak 1000 mL kepada lansia setiap bangun tidur pada pagi hari, terapi
    diberikan selama 3 hari berturut turut dengan indikator dehidrasi yaitu Berat Jenis
    Urine (Bfl.I). Desain penelitian adalah sequential explanatory mixed method.
    Penelitian kuantitatif berupa quasi-eksperimen pre-test dan post-test with control
    group, sedangkan penelitian kualitatif berupa eksplanasi dengan metoda
    wawancara. Jumlah sampel sebanyak 20 orang pada kelompok intervensi dan 20
    orang pada kelompok kontrol.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan nilai Bfl.I yang
    bermakna antara pre dan post test intervensi pada kelompok intervensi (p=0,000).
    Tidak terdapat perbedaan nilai BJU yang bermakna antara pre dan post test
    intervensi pada kelompok kontrol (p=0,878), 2) terdapat perbedaan nilai BJU
    Post-test yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol
    setelah diberikan terapi minum air putih (p=0,000). Faktor risiko dehidrasi pada
    lansia yang tergali oleh peneliti ada 3 faktor yaitu fisiologis, fungsional dan
    lingkungan.

    Minum air putih adalah hal yang sering diabaikan oleh lansia, sehingga
    meningkatkan risiko dehidrasi. Terapi minum air putih pada pagi hari segera
    setelah bangun tidur sebanyak 1000 mL sesuai aturan efektif mengatasi dehidrasi
    ringan dan sedang pada lansia baik di rumah maupun di panti. Terapi ini mudah
    dan aman diberikan kepada lansia selama sesuai dengan prinsip dan aturan yang
    diperkenankan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi