Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Lansia Dalam Kegiatan Posbindu Di Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Bandung
Peningkatan jumlah Lansia yang sangat signifikan dalam struktur
kependudukan di Indonesia berdampak negatif terhadap kesehatan dan kehidupan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700381 610.73 Fik F/R.22.88 Perpustakaan Pusat (REF.88) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Fik F/R.22.88Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xix, 99 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73 Fik FTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Fikriana, Biben -
Peningkatan jumlah Lansia yang sangat signifikan dalam struktur
kependudukan di Indonesia berdampak negatif terhadap kesehatan dan kehidupan
Lansia itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan kesehatan Lansia, pemerintah
menjalankan program Posbindu sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM), namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan masalah
yaitu rendahnya tingkat partisipasi lansia dalam kegiatan Posbindu. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi
lansia dalam kegiatan posbindu.
Penelitian telah dilakukan terhadap 80 responden (stratified random
sampling) di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa
Barat melalui pendekatan Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief Models).
Basil data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan komputerisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara persepsi
manfaat yang dirasakan dengan partisipasi Lansia dalam kegiatan Posbindu (p
value = 0,001); adanya hubungan antara persepsi hambatan yang dirasakan
dengan partisipasi Lansia dalam kegiatan Posbindu (p value = 0,004); adanya
hubungan antara persepsi cues to action yang dirasakan dengan partisipasi Lansia
dalam kegiatan Posbindu (p value = 0,0001); dan adanya hubungan antara
persepsi self efficacy yang dirasakan dengan partisipasi Lansia dalam kegiatan
Posbindu (p value = 0,0006). Di sisi lain, persepsi terhadap kerentanan dan
keseriusan yang juga merupakan komponen dari HBM, tidak memiliki hubungan
yang signifikan dengan partisipasi Lansia dalam kegiatan Posbindu (p value =
0,430).
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi hambatan adalah faktor
yang memiliki hubungan paling signifikan dengan partisipasi Lansia dalam
kegiatan Posbindu di Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Persepsi negatif
terhadap hambatan yang paling banyak dirasakan oleh responden yaitu bahwa
waktu kegiatan, jarak rumah dengan posbindu serta masalah keuangan, sehingga
perlu dilakukan pembinaan untuk mengurangi persepsi negatif dari Lansia
terhadap hambatan dalam mengunjungi Posbindu terutama persepsi negatif
terhadap jarak, keuangan dan waktu. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






