<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47414">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Gabungan Relaksasi Napas Dalam Dan Otot Progresif Terhadap Komplikasi Intradialisis Di Unit Hemodialisis RSUP DR. Soeradji Tirtonegoro Klaten</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nekada, Cornelia D.Y</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix, 91hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penatalaksanaan utama pada pasien End Stage Renal Disease (ESRD) &#13;
yaitu dengan rutin menjalani hemodialisis. Pasien yang menjalani hemodialisis &#13;
96% mengalami komplikasi intradialisis akibat dari ketidakseimbangan volume &#13;
plasma. Dampak lanjut dari kondisi ini adalah ketidakadekuatan oksigenasi &#13;
jaringan selama proses hemodialisis berlangsung. Oksigenasi jaringan yang tidak &#13;
adekuat akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi intradialisis. &#13;
Komplikasi tersebut antara lain hipertensi, sakit kepala, kram otot, mual dan &#13;
muntah. Perawat dapat melakukan tindakan mandiri untuk mengatasi hal tersebut &#13;
dengan memberikan tindakan gabungan relaksasi napas dalam dan otot progresif, &#13;
pada saat pasien menjalani proses hemodialisis. Relaksasi napas dalam dapat &#13;
meningkatkan suplay oksigen ke jaringan, sedangkan relaksasi otot progresif &#13;
mengurangi konsumsi oksigen oleh jaringan. &#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gabungan relaksasi &#13;
napas dalam dan otot progresif terhadap komplikasi intradialisis, berupa &#13;
hipertensi, sakit kepala, kram otot, mual dan muntah, yang diberikan dalam kurun &#13;
waktu tertentu. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi &#13;
eksperimen one group pre-post test with control, dengan perlakuan secara time &#13;
series. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis di &#13;
unit hemodialisis RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebanyak 105 pasien. &#13;
Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik consecutive sampling dengan &#13;
pendekatan pada populasi terjangkau sebanyak 37 subjek penelitian. Subjek &#13;
penelitian dilakukan pengamatan terhadap kejadian komplikasi intradialisis &#13;
selama empat kali pertemuan, kemudian dilakukan pengamatan terhadap &#13;
komplikasi intradialisis selama empat kali pertemuan setelah diberikan latihan &#13;
gabungan relaksasi napas dalam dan otot progresif. &#13;
&#13;
Data yang dianalisis adalah data pada awal pengamatan kontrol, data &#13;
akhir pengamatan kontrol, dan data akhir pengamatan perlakuan. Uji statistic &#13;
dalam penelitian ini menggunakan Hest paired untuk data numerik dan uji Me &#13;
Nemar untuk data kategorik. Hasil penelitian ini yaitu ada pengaruh gabungan &#13;
relaksasi napas dalam dan otot progresif terhadap tekanan darah sistolik, tekanan &#13;
darah diastolic, sakit kepala, kram otot, mual dan muntah yang ditunjukkan &#13;
dengan nilai p sebesar 0,000. Gabungan kedua terapi tersebut dapat menghasilkan &#13;
oksigenasi jaringan yang adekuat selama proses hemodialisis berlangsung, &#13;
sehingga mengurangi keluhan komplikasi intradialisis yang sering terjadi. &#13;
&#13;
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengamh gabungan &#13;
relaksasi napas dalam dan otot progresif terhadap komplikasi intradialisis di Unit &#13;
Hemodialisis RSVP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Terapi ini dapat digunakan &#13;
sebagai latihan selama hemodialisis atau intradialytic exercise.</note>
 <note type="statement of responsibility">Nekada, Cornelia D.Y</note>
 <subject authority="">
  <topic>Gabungan Relaksasi Napas Dalam dan Otot Progresif,</topic>
 </subject>
 <classification>610.73 Nek P</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 Nek P/R.22.155</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700042</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.155)</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 Nek P/R.22.155</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47414</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:36:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-15 13:46:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>