Naskah 'Aqidah Al-Usul Karya Abu Lais As-Samarqandi : Kedudukan Dan Fungsinya dalam KOnteks SEjarah Teologi Islam
Penelitian ini mengkaji Naskah 'Aqidah AI-Uru1 karya Abu Lais As
Samarqandi. Naskah ini merupakan naskah tunggal, koleksi Perpustakaan
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150700322 800 mus n/R.18.229 Perpustakaan Pusat (REF.18.229) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 800 mus n/R.18.229Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xii, 109 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa ISBN/ISSN -Klasifikasi 800 mus nTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Muslim, Agus -
Penelitian ini mengkaji Naskah 'Aqidah AI-Uru1 karya Abu Lais As
Samarqandi. Naskah ini merupakan naskah tunggal, koleksi Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia dengan kode inventarisasi Gd 84 (Rol 797, no. 07).
Naskah ini merupakan naskah salinan dengan angka tahun 1335 H./ 1916 M.
Kondisinya masih baik, tidak rapuh, teksnya lengkap, dan tulisannya masih dapat
dibaca.
Teks 'Aqidah AI-U~Ul berbentuk prosa, berisi tentang pokok-pokok kaidah
keimanan yang ditulis dalam bentuk soal-jawab. Cakupan isinya meliputi masalah
makna iman, cara beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, jumlah
Kitab yang diturunkan Allah, cara beriman kepada para nabi, jumlah nabi dan
para nabi yang memiliki syari'at, cara beriman kepada Hari Akhir, cara beriman
kepada qada dan qadar, hakikat iman, cakupan serta kedudukannya di antara
makhluk.
Metode yang digunakan dalam kajian 'Aqidah AI-U~ul adalah metode
standar untuk edisi teks dan metode kualitatif-intertekstual untuk kajian isi. Hasil
edisi teks naskah 'Aqidah AI-U.ru1 menunjukkan bahwa ragam kesalahan tulis
yang terjadi hanyalah pad a tanda baca, kesalahan penempatan huruf, dan
pengulangan kata. Hasil kajian isi menunjukkan bahwa naskah 'Aqidah AL-U~ul
merupakan teks teologis yang kedudukannya bersumber pad a ajaran Ahlussunnah
wal Jama'ah sebagaimana dikembangkan oleh Abu Hasan al-Asy'ari.
kandungannya berfungsi untuk menolak paham Mu'tazilah, se1ain sebagai
penguat dasar-dasar keimanan Sunni. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






