Detail Cantuman

Image of Resistensi Komunitas Kretek Dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kretek Di Indonesia

 

Resistensi Komunitas Kretek Dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kretek Di Indonesia


Maraknya kampanye anti rokok dan anti tembakau mengakibatkan
bulatnya pandangan masyarakat bahwa kretek merupakan ha} yang berbahaya

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700261659.2 Sia R/R.21247Perpustakaan Pusat (REF.247)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    659.2 Sia R/R.21247
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi,;388 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    659.2 Sia R
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Maraknya kampanye anti rokok dan anti tembakau mengakibatkan
    bulatnya pandangan masyarakat bahwa kretek merupakan ha} yang berbahaya
    bagi kesehatan dan patut untuk dienyahkan dari Indonesia. Tak luput dengan
    kebijakan yang dibuat pemerintah serta isu hangat FeTe (Framework Convention
    of Tobacco Control) yang masih belum disahkan di Indonesia semakin
    memojokkan produktivitas tembakau dan kretek di Indonesia. Disahkannya FeTe
    di Indonesia akan merugikan banyak pihak. Terdapat temuan Wanda Hamilton
    lewat bukunya Nicotine War yang mengungkapkan bahwa perang terhadap
    tembakau ini bukanlah semata karena isu kesehatan saja, namun juga terdapat
    kepentingan politik dan bisnis yang kuat. Apalagi Indonesia memiliki kretek,
    produk asli Nusantara yang merupakan olahan tembakau dan cacahan cengkeh
    yang jika dibakar menghasilkan aroma yang khas dan berbunyi kretek-kretek.
    Eksistensi Komunitas Kretek ada untuk melawan dan mencegah pemusnahan
    kretek di Indonesia, karena selain merupakan komoditas terakhir pertanian
    Indonesia, kretek juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kental, serta untuk
    membela hak-hak pengkretek yang telah mengalami diskriminasi.

    Adapun tu juan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan
    mengeksplanasikan perlawanan yang dilakukan Komunitas Kretek terhadap
    ratifikasi FeTe; untuk mengeksplorasi tindakan Komunitas Kretek dalam
    melindungi hak-hak para pengkretek; dan untuk mengeksplorasi tindakan
    Komunitas Kretek dalam mempertahankan kretek sebagai salah satu cagar budaya
    Indonesia. Beberapa teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori interaksi
    simbolik, teori dekonstruksi, teori konflik dan model kampanye. Paradigma yang
    digunakan ialah paradigma kritis. Sedangkan metode penelitiannya ialah kualitatif
    dengan jenis penelitian studi kasus.

    Hasil penelitian yang diperoleh ialah: 1) Komunitas Kretek melakukan
    perlawanan terhadap ratifikasi FeTe dengan melakukan penggugatan kebijakan,
    aksi protes di jalan, sosialisasi dengan petani tembakau, penyebaran wacana
    melalui berbagai saluran; 2) Komunitas Kretek mempertahankan hak-hak
    pengkretek dengan menggugat kebijakan, menuntut adanya ruang merokok yang
    layak, membuka kanal pengaduan diskriminasi perokok, dan melakukan survey
    tandingan mengenai Kawasan Boleh Merokok; 3) Komunitas Kretek
    mempertahankan kretek sebagai cagar budaya Indonesia dengan penyebaran
    wacana melalui berbagai saluran, mengadakan lomba nyethe dan menjadikan 3
    Oktober sebagai Hari Kretek Nasional. Kesimpulan yang penelitian ini ialah
    Komunitas Kretek melakukan resistensi untuk mempertahankan kesejahteraan
    kretek di Indonesia dengan melawan ratifikasi EC'TC, merubah kebijakan yang
    dapat berakibat buruk terhadap keberlangsungan kretek di Indonesia, serta
    mempertahankan eksistensi kretek sebagai cagar budaya Indonesia.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi