Detail Cantuman

Image of Analisis Daur Hidup, Emisi CO2, Dan Karbon Tersimpan Dari Produk Berbahan Baku Tanaman Perennial Pada Sistem Agroforestari Talun

 

Analisis Daur Hidup, Emisi CO2, Dan Karbon Tersimpan Dari Produk Berbahan Baku Tanaman Perennial Pada Sistem Agroforestari Talun


Kurangnya penelitian akan studi LCA secara menyeluruh (Cradle-ta-Grave) untuk
produk berbahan tanaman perennial menyebabkan lemahnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700170333.7 Ibr a/R.25.55Perpustakaan Pusat (REF.55)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Ibr a/R.25.55
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;158 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Ibr a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kurangnya penelitian akan studi LCA secara menyeluruh (Cradle-ta-Grave) untuk
    produk berbahan tanaman perennial menyebabkan lemahnya ketersediaan data.
    Selain itu berkembangnya sektor industri kecil-menengah dalam memproduksi
    tanaman perennial menjadi suatu produk menimbulkan potensi pelepasan CO2
    yang tak terawasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daur hidup, emisi CO2,
    dan karbon tersimpan dari produk berbahan tanaman perennial bambu tali dan
    albasia pada sistem agroforestri talun di Desa Cijedil. Metode yang digunakan
    berdasarkan ISO 14040 mengenai Life Cylce Assessment (LCA).

    Hasil memperlihatkan, produk yang dihasilkan dari bambu tali yaitu suluh, awi
    leunjeuran, reng, bilik, korang, serta laha, dan dari albasia yaitu suluh, kaso,
    galar, tiang, papan, pallet, peti kas, mobil mainan dan medium jamur. Kegiatan
    pengelolaan lahan dan tanaman dengan penggunaan pupuk sintetik untuk
    komoditas non-utama (palawija) akan menimbulkan beban C02 tambahan bagi
    komoditas utama yang ditanam, karena berada dalam satu masa tanam.

    Besamya C02 untuk kegiatan pengelolaan lahan dan tanaman talun bambu tali
    sebesar 25,2 Mg C021 ha dan untuk talun albasia sebesar 61,74 Mg CO2/ha. Dari
    sekian produk berbahan bambu tali, hanya bilik yang menghasilkan CO2 dalam
    proses produksinya yaitu sebesar 2,36 Kg C02/produk. Sedang kegiatan produksi
    produk berbahan albasia yang memiliki nilai CO2 terbesar ialah pallet sebesar
    1,17 Kg C02/produk dan terkecil ialah mobil mainan sebesar 0,002 Kg
    C02/produk. CO2 terbesar dari proses distribusi produk berbahan bambu tali
    berasal dari laha sebesar 2,31 Kg C021 produk, sedang produk berbahan albasia
    berasal dari rnobil mainan sebesar 7,22 Kg C021 produk.

    Karbon tersirnpan paling besar dari produk berbahan barnbu tali berasal dari awi
    leunjeuran sebesar 12, 01 kg C, dan untuk produk berbahan albasia berasal dari
    tiang sebesar 8,74 kg C. Lama penggunaan produk berbahan barnbu tali berkisar
    antara 6 bu1an-7 tahun, sedang untuk produk dari albasia antara 8-20 tahun untuk
    produk utarna dan 4-3 tahun untuk produk sarnpingan. Diakhir penggunaan,
    umurnnya produk-produk akan dibakar, baik itu dirnanfaatkan sebagai bahan
    bakar atau tidak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi