<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47299">
 <titleInfo>
  <title>Aksesibilitas informasi pendidikan Di Kota Bandung (Studi Kasus di Dinas Pendidikdn Kota Bandung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tresna, Gilang Perdana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>vi, 120  hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Judol Tais: AKSESIBILITAS INFORMASI PENDIDIKAN DI KOTA &#13;
BANDUNG (Studi Kasus di Dius PeadidikaD Kota BaDdung) &#13;
&#13;
0Ieh: GilaDg P«dana Tresna 210120110507 &#13;
&#13;
Magister Program Studi Bmu Komllllikasi Universitas Padjajaran Bandung &#13;
&#13;
Aksesibilitas infonnasi pada PPID (pejabat Pengelola Informasi dan &#13;
Dokumentasi) di Kota Bandung dapat dibilang sangat terbuka, tetapi pada PPID &#13;
Dinas Pendidikan Kota Bandung, masih dirasa kurang efektif, terlihat dari &#13;
banyaknya jumlah pennohonan infonnasi pendidikan. Pemahaman serta sosialisai &#13;
keberadaan media informasi pendidikan dapat menimbulkan konflik/sengketa &#13;
informasi pendidikan, terjadi karena kurangnya informasi serta pemmganan &#13;
infonnasi yang belum bisa dipenuhi serentak. Berdasarkan pemyataan tersebut &#13;
jelas bahwa dengan adanya proses komunikasi menyebabkan setiap masyarakat &#13;
membentuk norma-norma dan kebudayaan, sebab infonnasi merupakan sesuatu &#13;
yang dapat mengurangi ketidakpastian. Penelitian ini akan menganalisis &#13;
aksesibilitas informasi pendidikan yang dilakukan personel PPID di Dinas &#13;
Pendidikan Kota Bandung, berdasarkan teori interaksi simbolik dalam proses &#13;
komunikasi. &#13;
&#13;
Penelitian yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Bandung terkait &#13;
aksesibilitas informasi pendidikan, peneliti menggunakan metode dengan jenis &#13;
studi kasus instrumen tunggal. Penelitian studi kasus intrumental (instrumental &#13;
case study) .adalah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan meneliti kasus &#13;
untuk memberikan pemahaman mendalam atau menjelaskan kembali suatu proses &#13;
seeara generalisasi. Teknik penelitian yang digunakan adalah melalui wawancara, &#13;
observasi, dan studi dokumentasi. Key Informan penelitian ini melibatkan dua &#13;
orang staff PPID Dinas Pendidikan Kota Bandung dan 12 narasumber dari &#13;
kalangan masyarakat yang memeiliki kriteria sesuai untuk dapat membantu &#13;
penelitian ten tang aksesibilitas informasi pendidikan di Dinas Pendidikan Kota &#13;
Bandung. &#13;
&#13;
Berdasarkan basil penelitian, masing-masing narasumber memiliki &#13;
pemabaman yang beragam mengenai PPID~ dengan tingkat pengetahuan yang &#13;
bervariasi, dan tidak tergantung berdasarkan latar belakang pendidikan dan &#13;
pekerjaannya. Ditemukan bahwa minat masyarakat kota Bandung terhadap &#13;
informasi pendidikan dilandasi atas motivasi yang berkaitan dengan; pekerjaan, &#13;
agar memberikan informasi yang tepat, sebagai salah satu materi berita, agar dapat &#13;
memanfaatkan kebijakan pemerintah, untuk meningkatkan kualitas hidup &#13;
(sertifikasi, beasiswa), mendapatkan hak sebagai warga Negara, agar tidak &#13;
tertinggal infonnasi, ikut lelangl pengadaan, dan untuk monitoring &amp; cross check. &#13;
Ketidaktahuan tentang PPID dapat memicu timbulnya sengketa atau konflik. &#13;
Kendala-kendala yang dirasakan narasumber dalam mengakses informasi adalah &#13;
informasi terlalu memperhatikan golongan, informasi terbatas dan kadaluarsa, &#13;
informasi tidak merata, terlambat, waktu penantian yang tidak jelas, birokrasi &#13;
berhelit~belit, ketinggalan informasi, dan prosedur panjang.</note>
 <note type="statement of responsibility">Tresna, Gilang Perdana</note>
 <subject authority="">
  <topic>aksesibilitas, informasi, konflik; sengketa, pendi</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Tre A</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Tre A/R.21.173</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140700174</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.173)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Tre A/R.21.173</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47299</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:36:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-30 10:47:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>